PANGKALPINANG – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kota Pangkalpinang, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Balai Besar Betason ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, jajaran perangkat daerah, 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi serta pihak yayasan yang terlibat dalam program tersebut.
Dalam sambutannya, Dessy menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi antar pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
Dessy mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah dilakukan pertemuan bersama secara menyeluruh antara pemerintah daerah, SPPG, dan stakeholder terkait.
“Apakah sudah pernah duduk bersama untuk membahas, bersilaturahmi, dan saling mengenal satu sama lain? Ternyata belum. Maka ini menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi,” katanya.
Dessy menegaskan, tujuan utama program MBG adalah meningkatkan gizi masyarakat, memperkuat sumber daya manusia (SDM), serta menggerakkan perekonomian lokal.
Oleh karena itu, seluruh pihak diminta memahami tujuan tersebut agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai koridor aturan.
Dessy juga menyinggung sejumlah persoalan yang muncul di lapangan, seperti kurangnya koordinasi antar pihak, belum optimalnya sistem komunikasi, hingga kualitas makanan yang dinilai belum konsisten.
“Kita harus tahu tujuan program ini apa, sehingga tidak keluar dari aturan. Beberapa bulan terakhir kita melihat ada kendala di lapangan, termasuk kualitas makanan yang harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Selain itu, ia turut menyoroti pengelolaan limbah, baik limbah air maupun sampah, yang dinilai masih perlu diperbaiki.
Menurutnya, pengelolaan limbah yang baik harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program, mengingat hal tersebut juga menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Jangan sampai program nasional ini tidak diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik, terutama soal sampah,” tegasnya.
Dessy juga meminta keterbukaan data, khususnya terkait supplier bahan makanan. Hal ini dinilai penting untuk memudahkan pengawasan serta mencegah potensi risiko, seperti kasus keracunan makanan.
“Kami tidak ingin mencampuri urusan dapur, tetapi kami bertugas mengontrol dan memantau. Jadi data supplier harus terbuka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Dia berharap, melalui rakor ini, seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG di Kota Pangkalpinang, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ini menjadi langkah awal yang baik. Ke depan kita harap koordinasi lebih intens agar tujuan program tercapai dan ekonomi lokal bisa bergerak dengan baik,” pungkasnya. (KBC)
Dessy Singgung Persoalan Pelaksanaan MBG, Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Koordinasi






