BANGKA SELATAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bangka Selatan menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Tingkat Desa di Gedung Serbaguna Pemkab Basel, Kamis (19/12/2024) pagi.
Kepala BNN Kabupaten Bangka Selatan, Hendra Amoer, mengungkapkan kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan 17 program prioritas. Dimulai dari desa BERSINAR (Bersih Narkoba) menuju Bangka Selatan BERSINAR.
“Narkoba adalah musuh bersama yang mengancam masa depan generasi muda kita. Rapat ini bertujuan memperkuat sinergi lintas elemen masyarakat untuk memerangi ancaman ini secara terpadu. Dimulai dari Desa BERSINAR (Bersih Narkoba) menuju Basel Bersinar.” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Dandim 0432/Basel, Letkol Arh Sebmy Setiawan, yang menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Darurat narkoba adalah ancaman serius yang membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat,” sebutnya.
Senada dengan itu, Kasat Narkoba Polres Bangka Selatan, Iptu Defriansyah, mewakili Kapolres Bangka Selatan, menuturkan, peredaran narkoba di wilayah Bangka Selatan sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, termasuk penyalahgunaan zat seperti kratom.
“Kami membutuhkan informasi dari masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan kesehatan generasi muda,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangka Selatan, Anshori, mengatakan pemerintah desa memiliki peran strategis dalam pencegahan narkoba.
“Kami mengimbau seluruh perangkat desa untuk aktif mendukung program P4GN, termasuk melalui penguatan regulasi yang sesuai dengan arahan Kemendes PDTT,” tuturnya.
Demikian juga disampaikan Asisten I bidang Pemerintahan, Haris Setiawan, bahwa sangat mendukung kegiatan yang digelar BNNK Bangka Selatan dalam mencegah peredaran narkoba di Bangka Selatan.
“Pemkab Basel sangat mendukung kegiatan pencegahan yang digelar BNNK, semoga Bangka Selatan bebas dari narkoba,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Apdesi Bangka Selatan, Muchlis, mengusulkan agar BNNK secara rutin melakukan sosialisasi dan tes urine bagi perangkat desa.
“Kami siap bersinergi melalui Apdesi maupun Apdesnas untuk memastikan desa menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba,” tegas Muchlis.
Melalui rapat ini, BNNK Bangka Selatan berharap dapat membangun komitmen bersama antara Pemdes, Pemerintah, Aparat Penegak Hukum dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari Narkoba.
“Sinergi ini adalah kunci keberhasilan kita dalam mewujudkan Bangka Selatan yang bebas dari narkoba,” tutup Hendra Amoer.
Dengan tema yang menggugah dan langkah kolaboratif yang konkret, acara ini menjadi tonggak penting dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di Bangka Selatan. (Gun)
Dimulai Dari Desa Bersinar






