BANGKA – Ketua Formanpis, Heri Ramadhani, tergelitik dengan pernyataan pihak-pihak tertentu yang menyebutkan kabar tak sedap menerpa mantan sekaligus Bakal Calon Bupati Bangka, Mulkan, yang diberitakan diduga terlibat dalam sejumlah dugaan tindak pidana korupsi.
Isu miring lainnya menyebutkan Mulkan diduga telah melakukan tindak pelanggaran dalam aturan berdemokrasi, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2024 ini.
[irp]
“Terkait dugaan terlibat kasus korupsi, sampai hari ini Pak Mulkan belum dinyatakan terbukti bersalah, bahkan belum ditetapkan tersangka,” ujar Heri di Sungailiat, Selasa (10/9).
Sedangkan terkait statemen Mulkan yang dinilai telah menggiring opini negatif dengan maksud agar publik tidak memilih Kotak Kosong karena tidak meiliki visi dan misi, menurut Heri hal itu merupakan fakta.
[irp]
“Yang dikatakan Pak Mulkan itu memang benar, kotak kosong memang tidak memiliki visi dan misi. Saya belum sampai ke tingkat kasyaf (tembus pandang), mungkin mereka sudah sampai tingkat itu, sehingga bisa melihat visi misi kotak kosong. Dan jika kotak kosong menang akan berdampak pada kerugian daerah itu juga benar, karena akan dilaksanakan Pilkada ulang yang akan menyedot APBD lagi,” kata dia.
Sementara soal akan dipimpin oleh pejabat kepala daerah, kata Heri saat ini pun Kabupaten Bangka sudah dipimpin oleh penjabat bupati. Pergantian penjabat kepala daerah itu kewenangan pemerintah pusat sesuai ketentuan yang berlaku.
[irp]
“Soal penjabat kepala daerah itu tidak membingungkan masyarakat, mungkin mereka saja yang bingung sendiri mencari celah kesalahan orang lain,” katanya.
Heri juga menyoroti narasi terkait Mulkan yang disebut seolah-olah terkesan memojokkan Pj Bupati Bangka, Muhammad Haris. Heri menuturkan, dirinya tidak pernah mendengar ada satu kata atau kalimat pun dari Mulkan yang menyudutkan kinerja Haris, apalagi sampai tendensius.
[irp]
Heri juga mengapresiasi jawaban Mulkan yang mengatakan bahwa statement dalam video singkatnya itu hanya bermaksud ingin mengedukasikan masyarakat di Pilkada Serentak pada 27 November 2024 nanti.
“Kami yakin tujuan Pak Mulkan memang hanya untuk memberikan edukasi soal Pilkada ke masyarakat, supaya cerdas dalam menentukan pilihan,” demikian Heri. (Romlan)
Heri: Saya Belum Sampai Tingkat Kasyaf






