BANGKA BARAT – Heri alias Bokir, warga Sungsang dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat 2 hari di RSUD Sejiran Setason.
Bokir meregang nyawa akibat 4 luka tikaman yang dilakukan Jumadi, warga Ogan Ilir.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Sidorejo Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Sabtu (16/8/2025).
Kapolres Bangka Barat, AKBP Aditya Pradana menjelaskan, penyebab kejadian perkara karena pelaku kehilangan uang sebesar 2 juta rupiah, kemudian menuduh korban yang mengambilnya.
Korban tidak terima dituduh, kemudian akhirnya terjadi cekcok mulut dan berujung penikaman dengan senjata tajam.
“Mereka ini sudah saling kenal. Korban itu orang yang sering masuk ke dalam kamar dari pelaku, entah pinjam korek dan seterusnya,” ungkapnya.
“Setelah kehilangan uang, pelaku menuduh korban dan korban mengelak. Tapi persoalan tadi tetap berlanjut sampai puncaknya di hari Sabtu kemarin,” jelasnya.
Pradana melanjutkan, saat cekcok mulut itu keduanya kemudian mengambil senjata tajam, namun pelaku berhasil menikam korban duluan.
“Yang satu naik ke kontrakan atas ambil parang, yang satu lagi masuk ke kamarnya ambil pisau. Di situlah terjadi pertikaian,” tuturnya.
“Korban waktu itu mungkin kalah cepat, karena ditikam duluan oleh bersangkutan empat kali di bagian punggung. Sempat dibawa ke rumah sakit, dilakukan perawatan, tapi setelah dua hari kemudian tidak tertolong nyawanya,” bebernya.
Dikatakan Pradana, berhasil diringkus tanpa perlawana setelah melarikan diri ke rumah keluarganya di Kampung Parit 5 Desa Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
“Untuk ancaman hukuman, pelaku akan dijerat pasal 351 ayat 3, maksimal 7 tahun kurungan,” tegasnya.
Sementara Jumadi mengaku emosi, karena korban tidak mengaku mengambil uang miliknya, bahkan kemudian cekcok dan mengambil parang.
“Dia sering masuk rumah, yang tahu buka kunci rumahku. Karena kehilangan duit itulah, dia tidak mau dituduh malah emosi, cekcok,” katanya.
“Dia (korban) bawa parang, aku masuk bawa pisau. Keluar, langsung dari situlah kejadiannya sekitar setengah tujuh sore, spontan,” sesalnya.
Jumadi juga mengaku menyesali pebuatannya. Dia tidak menyangka, tindakannya berakhir dengan hilangnya nyawa korban.
“Dia lari keluar, aku keluar juga. Dia minta tolong, aku langsung bawa motor ke Belinyu,” terangnya.
“Aku ambil (tikam) dari belakang. Kawan 3 hari baru kenal, beda kontrakan, kerja TI. Itulah yang kutangisi (kematian korban),” tutupnya. (kabarbangka.com)
Jumadi Menyesal Tikam Bokir, Tidak Menyangka Akan Mati






