BANGKA BARAT – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Hadits (MTQH) XIV Tingkat Provinsi Bangka Belitung di Kabupaten Bangka Barat, kondisi fisik peserta masih stabil dan perlombaan telah berjalan 50 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Bangka Belitung, Sofyan, saat menghadiri salah satu cabang lomba di Gedung Batu Rakit, Minggu (9/11/2025).
“Ini sudah masuk hari ketiga, untuk peserta, tidak ada kendala, cuma memang cuaca agak panas, itu saja. Jadi kami sarankan untuk banyak minum. Kemudian, cabang-cabang yang sudah dilombakan itu sebagian, sudah berangsur untuk diselesaikan,” jelasnya.
Sofyan juga menjelaskan, Bangka Belitung memiliki harapan besar dengan cabang lomba unggulan, yaitu bidang KITQ dan KITH.
” Bangka Belitung itu andalannya sebenarnya di KTIH (Karya Tulis Ilmiah Hadis), kemudian dengan Karya Tulis Ilmiah Al-Quran, (KTIQ),nah, ini sebagai andalan kita, di samping kita juga punya andalan yang di 30 juz di Tahfidz,” tegasnya.
Sofyan mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme kabupaten/kota untuk mengirim kafilahnya, sehingga pada tahun ini hampir semua terisi di tiap cabang lomba.
“Alhamdulillah antusias peserta sangat luar biasa. Tahun ini peserta dari beberapa penyelenggaraan paling banyak, artinya seluruh cabang itu terisi. Dan tahun ini juga ada dua cabang baru, pertama KTIH (Karya Tulis Ilmiah Hadis), dengan kaligrafi digital,” tukasnya.
Melihat potensi dari penampilan para peserta, Sofyan meyakini perwakilan Bangka Belitung nantinya akan berpotensi besar bersqing di tingkat nasional.
“Insyaallah, kalau optimis kita cukup tinggi. Karena standar penilaian, standar perlombaan, kita kan sudah mengacu ke nasional semua. Artinya, bahwa ini mutu anak-anak kita itu tidak kalah sebenarnya dengan anak-anak yang dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Meski secara mental, Sofyan menilai perlunya pembinaan dan latihan lebih matang lagi, dan itu akan dilakukan jelang pembinaan menuju nasional nanti.
“Hanya memang secara mental, anak-anak kita itu kurangnya di situ. Tapi kalau yang lain, segi penguasaan, penampilan, suara, retorika, mimik, dan sebagainya, menguasai. Hanya memang sekarang faktor mental,” tuturnya.
“Jadi itu yang setelah kita dapatkan hasil dari MTQH ini, nanti kita akan didik, kita akan bina di LPTQ provinsi, terutama kita latih di mental mereka,” pungkasnya. (kabarbangka.com)
KITQ dan KITH Jadi Unggulan






