HEADLINEHUKRIM

Kolaborasi Jadi Kunci Tekan Peredaran Narkoba

545
×

Kolaborasi Jadi Kunci Tekan Peredaran Narkoba

Sebarkan artikel ini
Foto: Humas Polres Bateng

BANGKA TENGAH – Pemberantasan narkotika di Bangka Tengah tidak lagi hanya mengandalkan operasi kepolisian. Sat Res Narkoba Polres Bangka Tengah menegaskan bahwa dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat kini menjadi faktor penting dalam memutus rantai peredaran narkoba yang semakin meluas di wilayah tersebut.

Dalam dua tahun terakhir, tingkat peredaran narkoba di Bangka Tengah tercatat meningkat signifikan. Data Polres Bangka Tengah menunjukkan bahwa sepanjang Januari–November 2025, polisi mengungkap 38 kasus dengan 47 tersangka, serta menyita barang bukti berupa 316,64 gram sabu dan 775,60 gram ganja.

Sementara pada 2024, polisi mengungkap 25 kasus dengan 30 tersangka, dengan barang bukti 148,04 gram sabu dan 20,76 gram ganja. Lonjakan barang bukti ganja yang meningkat hampir 40 kali lipat menjadi indikasi bahwa jaringan narkoba semakin berani dan agresif.

Namun demikian, keberhasilan pengungkapan kasus yang meningkat dari tahun sebelumnya tidak terlepas dari peran masyarakat. Banyak laporan yang masuk berasal dari informasi warga, terutama di wilayah pedesaan yang kini turut menjadi sasaran peredaran narkotika.

“Kami menerima banyak informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan. Peran warga sangat membantu dalam mempercepat proses penyelidikan dan penindakan,” ujar Kasat Narkoba Iptu Heri Hadi Santoso, seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP I Gede Nyoman Bratasena, Selasa (9/12/25).

Iptu Heri menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga terus mendorong terbentuknya lingkungan yang sadar bahaya narkoba. Melalui edukasi dan sosialisasi di desa-desa, polisi berharap masyarakat dapat lebih waspada dan proaktif melaporkan setiap temuan terkait narkotika.

“Kami terus menggencarkan edukasi dan meningkatkan kemitraan dengan perangkat desa. Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungannya dari narkoba,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama yang solid antara aparat dan warga akan mempersempit ruang gerak jaringan narkoba, sekaligus membantu polisi dalam melakukan deteksi dini di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

“Kami berharap masyarakat terus berani memberikan informasi. Narkoba adalah ancaman bersama, dan kita harus melawannya bersama,” pungkas Iptu Heri. (kabarbangka.com)