PANGKALPINANG – Tahun Pembelajaran 2026/2027, daya tampung Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan atau sederajat di sleuruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai angka 27 ribu lebih.
Sedangkan lulusan Sekolah Menengah Pertama atau yang sederajat tahun ajaran 2025/2026 ada sekitar 26 ribuan. Artinya, masih ada kurang lebih 1.800-an space (bangku) kosong.
Kabar itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri di kantornya, Senin pagi (6/7/2026).
“Kalau pun semua anak tamatan SMP sederajat itu melanjutkan ke jenjang SMA ataupun SMK baik negeri ataupun swasta, secara matematik anak-anak itu tidak mungkin tidak ada tempat untuk sekolah,” ungkanya.
Saipul tak menampik masih banyaknya anak-anak atau orang tua yang menginginkan masuk sekolah negeri atau sekolah tertentu yang dipandang bagus.
Padahal, lanjut Saipul, semua sekolah itu sama, tidak ada lagi yang dinyatakan sekolah unggulan kecuali SMA Unggulan Garuda yang baru dibuka tahun ini di Belitung Timur.
“Kalau yang lain semuanya setara, karena dengan sistem zonasi. Artinya, pemerataan kualitas input lulusan SMP untuk masuk SMA atau SMK sederajat,” tuturnya.
Tahun ajaran 2026/2027 ini, SMA Negeri 5 Pangkalpinang yang ada di Kelurahan Tua Tunu Indah, Kecamatan Gerunggang sudah mulai membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru.
Menurut Saipul, hadirnya SMA Negeri 5 Pangkalpinang ini sedikit mengurai arus lulusan SMP sederajat yang di Kecamatan Gerunggang, setiap tahun angkanya tertinggi untuk wilayah kecamatan yang ada di Kota Pangkalpinang.
“Ini harus kita siapkan gedung atau sekolah baru agar nantinya semua bisa terdistribusi, tidak menumpuk di satu titik. Tapi kita punya area penyebarannya di SMA Negeri 1 maupun di SMA Negeri 5 di masa yang akan datang,” tuturnya.
Saipul menjelaskan, untuk tahun ini dipersiapkan daya tampungnya untuk 3 rombongan belajar. Ternyata peminat yang mendaftar jauh melebihi kapasitas yang sudah disiapkan atau di luar prediksi.
“Rupanya keberadaan SMA Negeri 5 itu sangat diharapkan oleh masyarakat di sekitar. Paling tidak, kita membantu meringankan beban masyarakat agar secara teknik transportasi mereka tidak terkendala, karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Lain halnya kalau mereka harus ke SMAN 3, ataupun ke SMAN 1,” jelasnya.
Saipul menerangkan, sembari menunggu proses pembangunan gedung SMA Negeri 5 Pangkalpinang, siswa siswi yang mendaftar masuk ke sekolah tersebut untuk sementara masih menumpang dulu di SMA Negeri 3 paling lama satu semester.
Di SMA Negeri 3 itu yang digunakan untuk proses belajar mengajar juga bukan ruang kelas, tetapi menggunakan ruang laboratorium atau Ruang Lab.
“Tapi kalau untuk guru-guru kita sudah memetakan. Untuk sementara itu memang guru-guru yang di SMA Negeri 3 yang kita optimalkan, setelah itu nanti mereka pindah lokasi sudah ada pemetaan guru-guru yang akan direkrut untuk mengajar SMA Negeri 5 Pangkalpinang,” terangnya.
Saipul mengakui masih kekurangan guru yang memiliki kompetensi khusus atau guru untuk jurusan tertentu, dan itu masih mejadi problem.
Seperti untuk guru-guru di pendidikan vokasi, kemudian guru khusus untuk sekolah luar biasa atau SLB, karena mereka tidak dapat diperoleh di semua perguruan tinggi itu.
“Seperti guru SMK di kelompok teknik, ini kita di Babel ada enggak ada. Tetapi kalau misalnya guru umum seperti guru olahraga, guru matematika, guru PKN, sudah mulai dibuka. Tapi yang tadi pendidikan khusus maupun guru-guru kejuruannya itu yang masih diperlukan,” jelasnya lagi.
Tahun 2026 ini, Saipul mengatakan Dinas Pendidikan sudah mengajukan untuk pemenuhan kebutuhan guru. Karena di semua wilayah Indonesia, itu yang jadi kendala dalam masalah pembelajaran adalah kurangnya guru atau tenaga pengajar.
“Mudah-mudahan nanti akomodir. Memang untuk kelompok-kelompok tertentu kelebihan, tapi ada juga mata pelajaran tertentu yang masih belum cukup. Kalau berdasarkan standarnya guru mengajar 24 jam. Tapi kalau di press, misalnya ngajar sampai 30 – 32 jam, itu masih bisalah untuk pelaksanaan KBM di sekolah itu,” katanya. (KBC)
Masih Ada 1800-an Space Kosong






