PANGKALPINANG – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, menerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya Periode Agustus 2026.
Penghargaan itu diperoleh setelah 33 tahun pengabdian sebagai aparatur sipil negara, diserahkan secara simbolis dalam Apel Gabungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Senin (5/10/2026).
Penyerahan dilakukan oleh Wali Kota Pangkalpinang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi.
Bagi Darwin, tanda kehormatan tersebut bukan sekadar penanda panjangnya masa kerja.
Setelah lebih dari tiga dekade berada dalam birokrasi, ia melihat pengabdian sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan sebaik mungkin, termasuk ketika tugas yang diberikan berada di luar pekerjaan utama.
“33 tahun masa kerja dimulai dari CPNS sampai sekarang 2026. Alhamdulillah, sudah dapat membaktikan,” ungkapnya.
Perjalanan itu bermula pada 1994. Saat itu Darwin memulai tugas sebagai guru di MTs Negeri Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Ia diperbantukan dari Dinas Pendidikan untuk mengajar di sekolah tersebut.
Dari ruang kelas, perjalanan karier Darwin berlanjut ke berbagai penugasan di lingkungan pemerintahan.
Hingga kini, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang.
Rentang waktu 33 tahun membuat Darwin melihat pekerjaan ASN dari sudut pandang yang berbeda.
Menurut dia, tidak semua pekerjaan yang dilakukan seorang aparatur harus dipandang dari imbalan yang diterima secara administratif.
Ia meyakini ada nilai lain dari pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
“Untuk tugas-tugas tertentu yang bisa kita kerjakan itu tidak mutlak hanya kita dapat balasannya dari pemerintah. Pasti dapat nantinya balasan dari Yang Maha Kuasa, berupa amal-amal baik kita,” tuturnya.
Karena itu, Darwin mengajak ASN untuk tidak memilah tanggung jawab hanya berdasarkan tugas pokok.
Pekerjaan tambahan yang diberikan, menurut dia, tetap harus diselesaikan dengan kesungguhan yang sama.
“Yuk kita bekerja yang terbaik, buat selalu apa yang jadi tugas kita, kita selesaikan dengan sebaik-baiknya, baik itu tugas pokok maupun tugas-tugas tambahan,” ajaknya.
Pesan itu terutama ditujukan kepada ASN yang masih berada di awal perjalanan karier.
Darwin berharap generasi muda di birokrasi tidak sekadar menjalankan pekerjaan sebagai rutinitas, tetapi memahami tanggung jawab di balik jabatan yang mereka emban.
Dikatakannya, masa kerja yang panjang pada akhirnya bukan hanya soal berapa tahun seseorang berada di dalam pemerintahan.
Namun menurutnya, yang lebih penting adalah apa yang dikerjakan selama waktu tersebut.
“Harapannya, teman-teman yang lain, mari kita lakukan tugas kita dengan sebaik-baiknya, dengan apa yang dapat kita lakukan,” harapnya.
Ia kemudian menyebut satu prinsip yang menjadi pegangan dalam menjalankan tugas.
“The best if you can do it,” ujarnya.
Bagi Darwin, Satya Lencana Karya Satya menjadi salah satu penanda dari perjalanan tersebut.
Namun, penghargaan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang ASN belum selesai hanya karena masa kerja telah panjang.
“Setiap tugas yang datang tetap menuntut tanggung jawab yang sama: dikerjakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (KBC)






