HEADLINEPERISTIWA

Penyelam Timah Tewas Tertimbun Tanah

621
×

Penyelam Timah Tewas Tertimbun Tanah

Sebarkan artikel ini
Jasad Adil penyelam timah yang tewas tertimbun tanah saat berada di Puskesmas Tempilang. (Ist)

BANGKA BARAT – Kecelakaan kerja terjadi di kawasan Perairan Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (8/11/2025) sore.

‎Informasi yang berhasil dihimpun, seorang penambang bernama Adil (23), warga Desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip, ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material pasir di dasar laut saat melakukan aktivitas tambang.

‎Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, Salman (23) dan Lepan (19), sesama buruh tambang dari Air Nyatoh, insiden bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika mereka bertiga berangkat menuju lokasi tambang laut di wilayah Tempilang.

‎Dalam kegiatan tersebut, Adil bertugas sebagai penyelam, sementara dua rekannya mengoperasikan mesin sedot dari atas ponton.

‎Sekitar pukul 15.00 WIB, Salman melihat selang udara penyelam yang digunakan Adil tampak tertarik kuat ke bawah seperti tersangkut atau tertimbun tanah.

‎Mesin sedot segera dimatikan dan kode diberikan agar Adil naik ke permukaan, namun tidak ada respons.

‎Dalam kondisi panik, keduanya meminta bantuan penambang lain di sekitar lokasi untuk melakukan pencarian.

‎Upaya penyelamatan berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB, tubuh Adil ditemukan di dasar laut dalam kondisi tertimbun pasir. Saat diangkat ke atas ponton, korban sudah tidak sadarkan diri.

‎Korban kemudian dibawa ke pesisir Dusun Lampu Merah, Desa Benteng Kota, sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Tempilang.

‎Setelah diperiksa petugas medis, Adil dinyatakan meninggal dunia. Atas permintaan keluarga, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka di Desa Air Nyatoh.

‎Kasat Polairud Polres Bangka Barat membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian, memeriksa saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk proses visum.

‎Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana lain di lokasi kejadian.

‎Polisi juga berencana melakukan penarikan ponton selam sebagai barang bukti dan mengambil titik koordinat tempat kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (kabarbangka.com)