HEADLINEPEMKOT

Perayaan HUT Kemerdekaan Dihadapkan dengan Efisiensi Anggaran

×

Perayaan HUT Kemerdekaan Dihadapkan dengan Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini
Donal Tampubolon

PANGKALPINANG – Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kota Pangkalpinang tahun ini akan menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

Pasalnya,  Pemerintah kota memangkas anggaran untuk berbagai kegiatan hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon, mengungkapkan kebijakan ini merupakan respons terhadap efisiensi biaya yang diberlakukan hampir di semua sektor.

Meskipun demikian, ia menegaskan pemangkasan anggaran tidak akan mengurangi kekhidmatan dan semangat perayaan.

“Ya, kita tahun ini kan sama hampir semua menghadapi efisiensi biaya. Tapi, meskipun efisiensi biaya, ya kita tetap upayakan supaya meriah,” ujar Donal kepala wartawan, Kamis (7/8/1025).

Menurut Donal, efisiensi ini akan dilakukan tanpa mengurangi esensi dari upacara dan perayaan kemerdekaan itu sendiri.

Ia menambahkan, pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan kegiatan dari Sekretariatj Negara, yang hingga kini belum diterbitkan.

“Juknis sampai sekarang kita belum menerima juknis. Kita adakan rapat ini juga ya kita tidak mungkin menunggu juknis terus. Mungkin hal juknis itu nanti secara garis besarnya kita mengacu juknis tahun lalu,” jelasnya.

Dalam menghadapi keterbatasan anggaran, Donal Tampubolon berharap masyarakat dapat kembali menggerakkan semangat swadaya untuk memeriahkan HUT RI ke-79 di lingkungan masing-masing.

Ia mengajak warga untuk tidak hanya mengandalkan dana dari pemerintah, melainkan berinisiatif mengadakan kegiatan secara mandiri.

“Masyarakat meskipun di tengah kondisi ekonomi yang sekarang seperti ini, ya tetap juga memeriahkan perayaan HUT RI ini dengan meriah, memeriahkan semeriah mungkin. Kita harapkan bagaimana kita sebenarnya memaknai kemerdekaan ini kan jangan hanya mengharapkan pemerintah,” katanya.

Ia mengenang kembali masa-masa sebelum tahun 2000-an, di mana perayaan 17 Agustus tetap meriah meskipun tanpa dukungan dana pemerintah yang besar.

“Dulu enggak ada biaya sama sekali kita bisa laksanakan, dibantu warga masyarakat. Nah, sekarang ini kan ya kita harapkan kembali ke kondisi itu,” imbuhnya.

Ia menekankan, kegiatan-kegiatan di kampung-kampung atau kelurahan bisa tetap berjalan meriah dengan gotong royong dan swadaya masyarakat.

Sementara itu, upacara bendera dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah akan tetap dilaksanakan dengan penuh khidmat.

“Ya, kalau untuk upacara dan lain sebagainya memang itu sudah menjadi tanggung jawab kita, tapi memeriahkan ini ya kita harapkan kita selaku warga negara lah gitu,” tegasnya.

Meski anggaran dipangkas, persiapan untuk upacara bendera tetap berjalan sesuai jadwal. Donal memastikan, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka telah siap.

Rencananya, pengukuhan Paskibraka akan dilakukan pada tanggal 15 Agustus, setelah mereka menjalani masa karantina mulai tanggal 13 Agustus sore.

Selama bulan Agustus, Donal juga mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing sebagai wujud partisipasi dan rasa nasionalisme. (kabarbangka.com)