PANGKALPINANG – Momentum Peringatan Hari Lahir Raden Ajeng Kartini tahun 2024, Pejabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Safrizal Zakaria Ali mengharapkan angka kekerasan terhadap perempuan di Babel menurun.
Menurut Safrizal, saat ini stigma kaum perempuan dianggap lemah masih ada. Kemudian diperlakukan tidak adil dalam rumah tangga maupun dalam pekerjaan itu juga masih ada.
“Dan tentu kalau sifatnya pelanggaran hukum, jadi kita minta APH untuk melakukan upaya penegakan hukum,” kata Safrizal seusai menghadiri peringatan hari Kartini di Swiss-belhotel Pangkalpinang, Senin (22/4/2024).
[irp]
Safrizal menambahkan, jika sifatnya pemberdayaan terhadap perempuan, maka pihaknya akan melakukan kerja sama dengan intansi vertikal yang ada di Bangka Belitung.
“Untuk mengeliminir atau menurunkan angka penindasan kaum lemah termasuk dalam hal ini perempuan,” ujarnya.
Safrizal juga mengajak insan pers untuk berperan aktif jika mendapat laporan terkait dengan penindasan terhadap kaum perempuan maupun anak, untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib maupun Pemprov Babel.
“Jika kawan-kawan media melihat atau mendengar ada informasi sifatnya menindas kaum wanita dan anak, laporkan! Kita akan lakukan penindakan. Termasuk kaum rentan terutama, ya? Bukan hanya rentan karena kemampuan, juga karena gender,” tutupnya. (Dika)
Stigma Perempuan Dianggap Lemah Masih Ada






