BANGKA TENGAH – Suasana duka menyelimuti Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, setelah seorang warga meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di tambang timah ilegal, Selasa (6/1/2026) sore.
Korban berinisial RK (36) diketahui tertimbun longsoran tanah saat melakukan aktivitas penambangan di lokasi Tambang Inkonvensional (TI) ilegal kawasan Merapin II.
Ironisnya, korban merupakan pemilik tambang yang sehari-hari ikut turun langsung bekerja bersama para pekerjanya.
Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban bersama dua orang pekerja berada di dalam lubang tambang. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, tanah di sekitar lubang tiba-tiba longsor dan menimbun korban.
Satu pekerja lainnya yang saat itu berada di pondok tidak mengalami luka. Rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan pencarian secara manual dengan peralatan seadanya. Setelah sekitar satu jam, korban akhirnya berhasil ditemukan, namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Petugas Polres Bangka Tengah yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta melakukan koordinasi medis untuk penanganan korban.
Kapolres Bangka Tengah AKBP I Gede Nyoman Bratasena menyampaikan, bahwa kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas pertambangan tanpa standar keselamatan yang memadai.
“Kecelakaan kerja di tambang ilegal sangat berisiko karena tidak memenuhi standar keselamatan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penambangan tanpa izin,” ujarnya, Rabu (7/1/26).
Selain menangani korban, polisi juga mengamankan sejumlah peralatan tambang yang digunakan di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan. Aktivitas tambang tersebut diketahui beroperasi tanpa izin resmi di wilayah eks tambang PT Koba Tin.
Kapolres menegaskan, penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti longsor serta, memastikan tidak ada aktivitas tambang ilegal lanjutan di lokasi tersebut.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar keselamatan jiwa tidak lagi dikorbankan,” pungkasnya. (KBC)
Tanah Longsor Renggut Nyawa Pemilik Tambang






