BANGKA BARAT – Pernyataan Bupati Bangka Barat, Markus, yang terpaksa akan memangkas TPP PNS karena APBD dalam keadaan defisit dan mendapatkan kondisi pemda sedang terbelit hutang puluhan miliar, warisan kepala daerah sebelumnya ditanggapi oleh Bong Ming Ming.
Sebagai Wakil Bupati Bangka Barat periode 2021-2024 yang menjabat sebelum Markus dan Yus Derahman, Bong Ming Ming menilai Markus terlalu berlebihan dalam menyikapi sebuah persoalan.
“Pak Bupati Markus terlalu berlebihan dalam menyikapi sebuah persoalan, dari mulai statement beliau yang mengatakan bahwa khawatir Bangka Barat gagal meraih WTP dikarenakan hutang, ternyata Bangka Barat meraih WTP,” kata Bong Ming Ming via pesan instan WhatsApp, Selasa (8/7/2025).
Sedangkan rencana pemangkasan TPP PNS karena pemda terlilit hutang dan anggaran defisit, Bong Ming Ming menilai Markus seolah-olah ingin menyalahkan dirinya dan Sukirman (Bupati Bangka Barat periode 2021-2024) sebagai penyebab pemangkasan tersebut.
Padahal menurutnya, di awal dirinya dan Sukirman menjabat Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, mereka juga mendapatkan persoalan yang sama, yaitu kondisi APBD yang defisit.
“Dulu sewaktu di awal kami masuk ke Bangka Barat, kami dihadapkan dengan defisit anggaran sekitar Rp150 miliar lebih, ditambah lagi terjadi pengurangan dana transfer dari pusat dari Rp1 triliun lebih menjadi Rp800 M lebih, dengan kondisi kita sedang menghadapi Covid 19,” tukasnya.
Selain itu menurut Bong Ming Ming, mereka juga harus menyelesaikan pembangunan dua gedung peninggalan pemerintahan Markus, Sport Hall dan Stadion.
“Belum lagi menyelesaikan Porprov dan menghadapi pemilu serta Pemilukada. Namun kita tidak mengurangi TPP, bahkan masih bisa menunaikan janji kita yakni berobat gratis,” katanya.
Bahkan menurut Bong Ming Ming, selama 3 tahun lebih menjabat, pihaknya mampu menaikan pendapatan asli daerah sekitar kurang lebih Rp20 miliar.
Salah satunya menaikkan pendapatan parkir dari Rp250 juta per tahun menjadi sekitar 2 miliaran rupiah.
“Jadi sepertinya tidak elok kalau persoalan hutang yang hari sudah diselesaikan dijadikan alasan untuk mengurangi TPP,” katanya.
Apalagi dari kesepakatan penambahan bagi hasil royalti timah, tahun ini Bangka Barat sebagai penyumbang terbesar bisa diproyeksikan mendapatkan royalti timan yang angkanya mencapai Rp200 miliar.
Maka menurut Bong Ming Ming, Markus seharusnya mencari solusi lain yang lebih bijak daripada harus mengurangi TPP PNS.
“Banyak hal yang bisa dilakukan, yang tidak bisa saya jabarkan semua di sini. Jadi saran saya Pak Bupati Markus lebih bijak lah dalam hal mengeluarkan statement maupun arah kebijakan dan saya yakin beliau bisa melakukan itu, beliau masih muda dan cerdas,” terangnya. (SK)
Tanggapi Markus, Bong Ming Ming: Kami Dulu Juga Dapat Warisan Defisit






