HEADLINEPEMKOT

Upaya Pengendalian Banjir di Pangkalpinang

×

Upaya Pengendalian Banjir di Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
Agus Saputra

‎PANGKALPINANG – Balai Wilayah Sungai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air mulai merealisasikan proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Rangkui di Kota Pangkalpinang sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.

‎Rencana pelaksanaan proyek tersebut disosialisasikan kepada masyarakat di Kantor Camat Taman Sari, Selasa (7/7/2026), yang turut dihadiri Camat Taman Sari, Yansyah.

‎Kepala SNVT PJSA Bangka Belitung, Agus Saputra, mengatakan pekerjaan tidak hanya mencakup pengerukan atau normalisasi alur sungai, tetapi juga pembangunan tanggul di sepanjang lokasi yang menjadi sasaran proyek.

‎”Awalnya penganggaran proyek ini sekitar Rp12 miliar. Karena adanya dinamika penganggaran terjadi pemotongan, namun Alhamdulillah pada bulan Juni anggaran ini masih bisa dipertahankan dan akhirnya terkontrak sekitar Rp4,8 miliar,” katanya.
‎‎
‎Menurutnya, normalisasi Sungai Rangkui merupakan langkah bertahap pemerintah untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Pangkalpinang.

‎Ia berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan agar proyek berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sementara Direksi Lapangan Kementerian Pekerjaan Umum, Gani, mengatakan proyek tersebut akan difokuskan pada tiga titik yang selama ini menjadi kawasan prioritas penanganan banjir, yakni di kawasan Pintu Air Kecamatan Taman Sari, Pasar Burung, dan Kampung Opas.

“Hari ini kami menyampaikan kepada masyarakat mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan selama tahun ini. Ada tiga lokasi yang akan kami kerjakan, yaitu kawasan pintu air Kecamatan Taman Sari, Pasar Burung, dan Kampung Opas,” kata Gani usai sosialisasi.

Ia menjelaskan, kontrak proyek sebenarnya telah berjalan sejak 8 Juni 2026. Namun, pekerjaan konstruksi belum dapat dimulai karena masih menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan.

Tahapan tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, survei dan pengukuran lapangan, pengadaan material, hingga pembangunan direksi keet.

“Setelah sosialisasi ini, mudah-mudahan minggu ini atau paling lambat minggu depan pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai,” ujarnya.

Berdasarkan data proyek, pembangunan tanggul dan normalisasi alur Sungai Rangkui memiliki nilai kontrak konstruksi sebesar Rp4.080.943.200 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Vanesa Citra Nusantara dengan masa pelaksanaan selama 207 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.

Sementara itu, pengawasan proyek dilakukan oleh PT Pilar Nawa Seta KSO CV Boarta Lestari Consultant dengan nilai kontrak supervisi sebesar Rp666.200.000.

Gani mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan.

Menurut dia, pembangunan tanggul dan normalisasi sungai tidak serta-merta membuat Kota Pangkalpinang terbebas dari banjir, tetapi diharapkan mampu mengurangi potensi dan dampak banjir yang selama ini kerap terjadi.

“Tujuannya bukan membuat Pangkalpinang langsung bebas dari banjir, tetapi mengurangi potensi dan dampak banjir sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi,” katanya.

Meski demikian, Gani mengungkapkan cakupan pekerjaan tahun ini belum dapat dilaksanakan secara menyeluruh.

Hal itu disebabkan adanya penyesuaian anggaran pemerintah sehingga sebagian pekerjaan harus dilakukan secara bertahap.

“Awalnya cakupan pekerjaan lebih besar. Namun karena ada pemotongan anggaran, tahun ini baru sekitar seperempat dari rencana awal yang bisa kami kerjakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proyek penanganan Sungai Rangkui merupakan hasil koordinasi antara Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang mengusulkan penanganan Sungai Rangkui kepada Kementerian Pekerjaan Umum karena keterbatasan anggaran daerah.

Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap kondisi tanggul di sepanjang Sungai Rangkui semakin kuat, kapasitas aliran sungai meningkat, dan risiko banjir di sejumlah kawasan Kota Pangkalpinang dapat ditekan secara bertahap.

Camat Taman Sari, Yansyah Tri Darmawan Putra, mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan proyek tersebut agar proses pembangunan berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan dalam mengurangi risiko banjir di Kota Pangkalpinang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung proyek ini. Walaupun anggaran yang tersedia saat ini masih terbatas, kami berharap pekerjaan ini menjadi langkah awal untuk penanganan banjir yang lebih baik ke depan,” tutupnya. (KBC)

Tinggalkan Balasan