BANGKAHEADLINE

Wakil Rakyat Cek Kondisi Muara Jelitik

1228
×

Wakil Rakyat Cek Kondisi Muara Jelitik

Sebarkan artikel ini
Foto: Selamet Riyadi

BANGKA – Usai rapat dengar pendapat dengan pengurus HNSI Kabupaten Bangka bersama organisasi lainnya, Komisi III DPRD Kabupaten Bangka melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi alur muara Air Kantung atau muara Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Senin (20/01/2025).

Menanggapi kunjungan para wakil rakyat itu, pelaku usaha perikanan di Sungailiat, Albar, mengingatkan pemerintah daerah dan pihak berwenang agar lebih bijak dalam menangani masalah pendangkalan alur muara Jelitik tersebut, karena pada akhirnya nelayan lah yang akan dirugikan.

“Saya mewakili teman teman nelayan lainya, kami merasa bersyukur atas kunjungan tersebut, setidaknya turut merasakan penderitaan nelayan,” ungkapnya.

Albar menyatakan, dari kunjungan wakil rakyat tersebut dapat disimpulkan, bahwa Muara Jelitik saat ini dalam kondisi darurat.

“Para dewan tadi mengatakan akan diambil langkah cepat dalam jangka pendek untuk mengatasi pendangkalan Muara Jelitik. Dalam persoalan ini kami nelayan merasa berterima kasih kepada anggota dewan yang terhormat,” ucapnya.

Albar berharap agar Anggota DPRD Kabupaten Bangka dan dinas terkait tidak memutuskan kebijakan yang terkesan tumpang tindih, apalagi sampai menyalahi aturan yang berlaku.

“Mengapa? Karena darurat di tahun 2024 lebih parah dibandingkan dengan tahun ini. Dan saat itu Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati beserta Forkopimda menunjuk PT Pulomas sebagai pelaksana tunggal untuk melaksanakan pengerukan alur Muara Jelitik itu,” bebernya.

Menurut Albar, Pemda tidak punya anggaran untuk melakukan pengerukan alur Muara Jelitik yang buntu total. Hanya PT Pulomas satu-satunya perusahaan yang mau bekerja mengeruk alur muara itu dengan biaya sendiri untuk membantu masyarakat nelayan.

“Dan sampai saat ini belum mendapat apa-apa dari kegiatan itu. Maka dari itu sebagai bentuk balas budi, kami nelayan mendukung sepenuhnya PT Pulomas untuk kembali bekerja mengeruk alur muara. Kami sepenuhnya mendukung,” demikian Albar. (Romlan)