BABARHEADLINE

Gembar-gembor Ingin Bangun Pabrik CPO di Bangka Barat, Apa Kabar PT BIC?

236
×

Gembar-gembor Ingin Bangun Pabrik CPO di Bangka Barat, Apa Kabar PT BIC?

Sebarkan artikel ini
Yuwanda Eka Putra

BANGKA BARAT – Sejak kurang lebih lima tahun lalu, PT Bangka Indah Cemerlang (BIC) yang berencana berinvestasi ingin membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Kecamatan Mentok, belum terlihat gerakannya.

Namun menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Barat, Yuwanda Eka Putra, PT BIC masih terus bergerak untuk merealisasikan niatnya berinvestasi di Bangka Barat.

Perihal ini pun menurut Yuwanda, sudah dia laporkannya kepada Bupati Bangka Barat, Markus.

“PT BIC kemarin saya sudah lapor ke Pak Bupati beliau akan menindaklanjuti. Beliau akan melihat contoh perusahaan BIC ini kan bergerak di bidang hilirisasi juga, CPO dengan kosmetik kalau tidak salah,” ujar Yuwanda di ruang kerjanya, Rabu (9/7/2025).

“Mereka baru mulai mau bergerak lagi sudah pembebasan lahan mengurus izin segala macam. Nanti tinggal tahap kalau mau pembangunan pabrik tapi kalau arah izinnya sudah jelas mereka hilirisasi CPO,” sambung dia.

Menurut Yuwanda, proses PT BIC untuk berinvestasi masih terus berjalan. Sebab bila mereka tidak kunjung bergerak sampai limit waktu yang ditentukan, maka mereka akan ditegur Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Prosesnya masih berjalan karena ada masa limit kalau sekian tahun dia tidak melakukan apa pun dia akan dapat teguran dari Menteri Investasi karena itu PMA penanaman modal asing, jadi langsung ke pusat,” tutup Yuwanda.

Di tahun 2020 silam, keseriusan PT BIC pernah dipertanyakan Bupati Bangka Barat Markus dalam rapat rencana pembangunan pabrik CPO di OR 1, Setda Bangka Barat.

Bahkan Markus ketika itu meminta harus ada progress yang nyata dari rencana PT BIC tersebut.

“Kita menginginkan tahun ini harus ada pembangunan, saya nggak mau tahu, kalau serius harus ada pembangunan. Kalau tidak ada pembangunan saya agak meragukan. Bila perlu sampaikan ke pimpinan tanyakan komitmen itu,” cetus Markus, Rabu lalu.

Menurutnya, kendala untuk rencana tersebut tidak ada lagi, termasuk permasalahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) serta menyangkut Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau–pulau Kecil (RZWP3K).

“Tolong sampaikan ke Direksi bahwa Pemkab Bangka Barat minta ini segera karena tata ruang tidak ada persoalan lagi. Kalau urusan laut bisa bertahap bangun dulu yang di darat. Kalau ada masalah dengan Kementerian Perhubungan, nanti saya temui Menhub,” tandasnya.

Markus yakin, bila untuk investasi pemerintah pusat tidak akan mempersulit, juga terkait Raperda RZWP3K, ia optimis Reperda tersebut akan segera disahkan.

” Saya yakin Perda RZWP3K itu cepat lambat pasti disahkan nggak mungkin nggak. Dan itu tidak ada perubahan. Kemarin kami baru rakor gubernur di Basel, tidak ada perubahan jadi nggak usah khawatir RZWP3K itu karena kemaren sudah final, Pak Gubernur sudah kasih kita liat lagi, kata Pak Gub kita ikut usulan Pemda,” jelas Markus.

Menanggapi permintaan Markus, Rizky, sebagai perwakilan dari PT BIC mengatakan, pihaknya tidak bermaksud menunda pembangunan pabrik CPO di Bangka Barat.

Sebab, beberapa tahun lalu pihaknya telah menemui BLHD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengurus Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pabrik CPO yang akan dibangun.

Selain itu lanjut Rizky, setahun yang lalu pihaknya telah berkoordinasi pula dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) sesuai arahan BLHD, bahkan enam bulan lalu, pihaknya di undang BKPRD membahas persoalan yang sama.

“Hasilnya kami diminta menunggu pengesahan Raperda RZWP3K. Betul, Amdal darat laut berbeda, kenapa kami tidak dulu bangun di darat? karena butuh kepastian kita investasi, karena kekhawatiran akan itu cukup tinggi,” bebernya.

Kendati demikian, pihak PT BIC akan mencoba masukan dari Bupati Bangka Barat yang meminta pihaknya melakukan pembangunan secara pararel sambil menunggu Amdal laut.

“Nanti masukan Pak Bupati tadi bahwa kita pisahkan Amdal darat dan laut, kita coba. Cuma saya harap memang tidak ada hambatan kami membangun dengan pembangunan Amdal yang pelabuhan. Jadi saya berharap itu bisa paralel,” tutupnya. (SK)