HEADLINEHUKRIMPERISTIWA

Peristiwa Pengeroyokan Wartawan di Beltim, PWI Babel Desak Polisi Usut Aktor Intelektual

809
×

Peristiwa Pengeroyokan Wartawan di Beltim, PWI Babel Desak Polisi Usut Aktor Intelektual

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video kejadian pengeroyokan wartawan di Belitung Timur. (Ist)

PANGKALPINANG – Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mohammad Fathurrakhman, mendesak polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan wartawan yang sedang liputan di Belitung Timur, Kamis (17/7/2025).

Pria yang akrab disapa Boy itu menduga pengeroyokan oleh preman terhadap anggota PWI Babel, Lendra Agustian dan wartawan lainnya bukan semata aksi spontanitas, namun diduga ada pihak yang mendesain secara sistematis.

Kecurigaan ini cukup beralasan, setelah Boy mendapatkan informasi dari korban dan sejumlah pihak.

Apalagi, sebelum peristiwa tersebut, Lendra dengan beberapa wartawan cukup intens melakukan peliputan terkait pembangunan tambak udang milik salah satu perusahaan swasta PT VIP.

“Saya dan pengurus mendapat informasi terkait hal ini dan kami mencoba menelusurinya. Bahkan sebelum peristiwa, ada oknum yang menghubungi korban terkait pemberitaan tambak udang tersebut,” kata Boy.

Artinya, lanjut Boy, ada pihak yang diduga sengaja memprovokasi atau mungkin saja membayar para preman yang melakukan intimidasi, bahkan kekerasan secara verbal dan fisik terhadap wartawan.

Makanya Boy meminta, polisi tidak hanya berhenti pada aktor lapangan, tapi harus mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap siapa saja akyor intelektualnya atau dalangnya.

“Polisi harus ungkap siapa saja aktor inyelektualnya, harus diproses secara hukum. Jelas ini adalah perbuatan pidana, mengancam kemerdekaan pers dan mengancam wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik yang sudah dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999,” tegasnya.

“Tak peduli siapapun aktor intelektualnya harus diungkap dan bertanggung jawab atas perbuatannya dihadapan hukum,” sambungnya.

Kemudian terkait kasus ini, Boy menegaskan PWI selaku organisasi profesi memberikan perlindungan dan bantuan hukum kepada setiap anggota.

“Kami sedang membahas dengan pengurus, kami sedang mempertimbangkan akan membentuk tim khsusus terkait kasus ini,” katanya.

Sebelumnya, kejadian tiga wartawan, salah satunya Lendra Agustian, anggota PWI Babel dikeroyok oleh beberapa preman ketika sedang melakukan tugas jurnalistik di proyek tambak udang Vaname di kawasan Tanjung Batu Burok Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Belitung Timur, Kamis (17/7/2025).

Akibat pengeroyokan itu, Lendra mengalami luka memar di area sekitar mata dan sejumlah bagian tubuhnya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Belitung Timur, hingga kini dalam penanganan kepolisian. (*)

Sumber: PWI Babel