BANGKA BARAT – PT Aega Prima, perusahaan di bawah naungan Arsari Tambang membuktikan komitmennya mendukung program Pemerintah Kabupaten Bangka Barat membangun pariwisata dan mendongkrak ekonomi kreatif usaha mikro kecil dan menengah.
Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, perusahaan itu menyerahkan 15 booth container kepada Pemkab Bangka Barat di Kawasan Wisata Bozem Kampung Iklim Teluk Rubiah Mentok, Senin (1/9/2025).
Program yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat ini terrealisasi berkat kolaborasi dan sinergi bersama PT AEGA Prima.
Direktur PT AEGA Prima, Harwendro Adityo Dewanto, menyambut baik realisasi program PPM dalam rangka mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Bangka Barat membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berbasis UMKM lokal.
Perusahaan sejak awal sudah menyatakan keseriusannya untuk turut serta membangun daerah melalui berbagai program yang berdampak pada bangkitnya kehidupan sosial baik secara ekonomi, pendidikan, keagamaan hingga sosial budaya.
“Kami (perusahaan) ada untuk masyarakat. Kehadiran perusahaan harus memberi dampak baik kepada masyarakat. Dan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan tentunya bersama pemerintah daerah,” ungkapnya.
Manager PPM PT Aega Prima, Suyudi mengatakan, bantuan booth container merupakan bagian dari program PPM perusahaan.
Tak hanya sektor pariwisara dan ekonomi, PPM PT AEGA Prima juga menyentuh sektor lainnya seperti pendidikan, fasilitas umum kesehatan, keagamaan, sosial budaya, ketahanan pangan dan lainnya.
“Ini buah kolaborasi yang bagus dengan pemkab Bangka Barat. Semoga ini memberi banyak manfaat kepada masyarakat dan kesejahteraan meningkat,” sebut Suyudi.
Bupati Bangka Barat Markus sangat berterimakasih kepada PT AEGA Prima yang peduli dan turut serta berkontribusi nyata membangun Negeri Sejiran Setason.
Membangun daerah akan lebih maksimal dengan kolaborasi dan kerjasama berbagai pihak dari berbagai sektor, satu di antaranya dengan PT Aega Prima ini.
Markus juga mengapresiasi Disbudpar yang telah mengembangkan tata kelola Kawasan Wisata Bozem Kampung Iklim Teluk Rubiah.
Potensi ekonomi dan wisata di sini harus dijaga baik-baik. Maka dari itu, Markus berpesan kepada para pelaku UMKM untuk mengoptimalkan booth container sebagai wadah usaha yang bisa menunjang peningkatan kesejahteraan lokal.
Kualitas produk diperhatikan, kebersihan lingkungan dan lain sebagainya juga diprioritaskan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.
Di sisi lain, Markus juga meminta Disbudpar konsisten melakukan pendampingan, membina dan memastikan booth container ini dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Semua pihak harus bahu membahu mengembangkan potensi wisata dan ekonomi di sini. Dinas PUPR bisa meningkatkan akses jalan dan mengembangkan kolam retensi dan lainnya yang bisa dijadikan lokasi atraksi seni yang menarik minat pengunjung,” katanya.
“Disperkimhub bisa memberikan penerangan, Dinas DKUP bisa membina dan mengoptimalkan para pelaku UMKM menjadi pelaku usaha yang berdaya saing,” demikian Markus. (kabarbangka.com)
Dukung Program Bupati, PT AEGA Prima Bantu 15 Booth Container Untuk Dongkrak Ekonomi UMKM






