DPRDHEADLINE

Tunjukkan Aksi Nyata, PKS Babel Bantu Korban Banjir

×

Tunjukkan Aksi Nyata, PKS Babel Bantu Korban Banjir

Sebarkan artikel ini
Firmansyah

BANGKA TENGAH – Aksi pemotongan gaji dan tunjangan Anggota DPRD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukan hanya menjadi respons terhadap bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan arah politik PKS yang menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi gerakan.

Anggota DPRD Bangka Tengah, Firmansyah, menyampaikan inisiatif tersebut lahir tanpa paksaan dan tanpa menunggu instruksi panjang. Menurutnya, bencana yang terjadi di luar Bangka Belitung adalah panggilan moral bagi seluruh kader PKS.

“Ketika saudara-saudara kita di daerah lain sedang ditimpa musibah, kami merasa terpanggil untuk ikut meringankan beban mereka. Pemotongan gaji dan tunjangan ini adalah cara kami menjaga ruh kepedulian dalam politik,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Firmansyah menegaskan bahwa politik tidak semestinya hanya bergerak di ruang kekuasaan, tetapi harus hadir dalam bentuk pelayanan yang nyata.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu, karena kepedulian tidak mengenal batas wilayah,” tambahnya.

Di sisi lain, Sekretaris DPW PKS Bangka Belitung sekaligus Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi, menilai aksi serempak ini mencerminkan bahwa politik yang humanis bisa menjadi budaya, bukan sekadar program insidental saat bencana.

“Ini bukan kegiatan sesaat. Kami ingin menunjukkan bahwa politik dapat menjadi ruang berbagi, ruang empati, dan ruang penyembuh. Memotong gaji adalah langkah kecil, tetapi menjadi simbol komitmen bahwa kepedulian harus dinormalisasi dalam kehidupan berpolitik,” jelas Arnadi.

Ia memastikan bahwa bantuan akan dialirkan melalui jaringan resmi PKS dan lembaga kemanusiaannya, sehingga penanganan dapat lebih tertata mulai dari kebutuhan mendesak hingga fase pemulihan.

“Dalam situasi darurat, rakyat butuh tindakan, bukan hanya pernyataan. Karena itu kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.

Arnadi juga mengajak masyarakat untuk melihat bencana ini sebagai ruang penguatan solidaritas nasional. Menurutnya, saat kepedulian tumbuh dalam diri setiap warga, bangsa akan memiliki kekuatan yang tidak dimiliki lewat kebijakan semata.

“Setiap orang punya peran. Semoga langkah kecil ini memberi manfaat bagi korban banjir sekaligus menjadi energi untuk menumbuhkan budaya saling peduli,” tutupnya. (kabarbangka.com)