HEADLINEKAMTIBMAS

Penambang Usir Rombongan Mengaku Satgas

×

Penambang Usir Rombongan Mengaku Satgas

Sebarkan artikel ini
Kericuhan terjadi di lokasi tambang timah di Sarang Ikan, Lubuk Besar, Selasa (6/1).

BANGKA TENGAH – Kericuhan pecah di kawasan tambang timah Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, Selasa (6/1/2026).

Rombongan yang mengaku sebagai Satgas Trisula diusir massa penambang setelah diduga bertindak arogan, memaksa, bahkan melakukan perusakan.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, rombongan tersebut datang menggunakan beberapa kendaraan roda empat dan langsung memasuki area tambang tanpa koordinasi dengan penambang setempat.

Kedatangan mereka diklaim sebagai agenda sosialisasi, namun oleh warga dinilai lebih menyerupai aksi pemaksaan, karena penambang diminta menjual timah hasil tambang hanya ke PT Timah.

“Mereka datang ramai-ramai, masuk ke lokasi tambang tanpa izin, lalu menyampaikan timah wajib dijual ke PT Timah. Itu langsung bikin suasana panas,” ujar IG, salah satu penambang.

Ketegangan semakin memuncak setelah warga menuding rombongan Satgas Trisula melakukan perusakan camp penambang.

Bahkan, menurut pengakuan warga, terdengar suara tembakan yang membuat situasi kian mencekam.

“Camp dirusak, alat-alat berantakan. Kami merasa diperlakukan sewenang-wenang,” kata penambang lainnya.

Merasa terprovokasi dan tidak dihargai, para penambang akhirnya melakukan pengusiran terhadap rombongan tersebut.

Dalam insiden itu, dua unit kendaraan berhasil keluar dari lokasi tambang, sementara satu unit kendaraan dilaporkan terperosok ke dalam parit.

“Kami hanya minta diperlakukan secara manusiawi. Kalau mau sosialisasi, lakukan dengan cara yang baik, bukan main paksa dan merusak,” tegas warga.

Kapolsek Lubuk Besar, IPDA Dasa, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan.

“Benar ada kejadian itu. Setelah mendapat laporan, kami langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat kami tiba, situasi sudah kondusif,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang mengaku sebagai Satgas Trisula maupun dari PT Timah terkait insiden tersebut. (KBC)