DPRDHEADLINE

Tentang Arah Pembangunan Kota Pangkalpinang, Begini Saran Edi Nasapta

115
×

Tentang Arah Pembangunan Kota Pangkalpinang, Begini Saran Edi Nasapta

Sebarkan artikel ini
Edi Nasapta

PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menyampaikan harapan dan imbauan kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang agar lebih fokus dalam membangun dan menata ibu kota provinsi ke arah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.

Sebagai warga Bangka Belitung, Edi Nasapta berharap Pangkalpinang benar-benar mampu mencerminkan wajah ibu kota provinsi yang memiliki identitas kuat, baik dari sisi tata kota, estetika, maupun geliat ekonominya.

“Saya berharap dan mengimbau kepada Wali Kota Pangkalpinang beserta jajaran, termasuk DPRD Kota Pangkalpinang, untuk memberikan perhatian lebih dalam pembangunan kota. Pangkalpinang ini adalah wajah provinsi, sehingga harus benar-benar ditata dengan baik,” ungkapnya.

Edi Nasapta menilai potensi sungai-sungai yang membelah kota merupakan kekuatan besar yang perlu dimaksimalkan secara serius dan terencana.

Fokus pengembangan diarahkan pada kawasan Jembatan Dua Belas sebagai salah satu titik strategis yang dapat dijadikan pusat aktivitas baru.

Menurutnya, pemerintah kota cukup menyiapkan infrastruktur dasar yang mampu memancing keterlibatan investor swasta.

“Di kawasan Jembatan Dua Belas, pemerintah bisa menyiapkan dermaga-dermaga yang representatif. Dari situ, investor dapat masuk membangun restoran terapung yang menarik dan berkelas,” jelasnya.

Ia menggambarkan konsep wisata yang diharapkan berupa pengalaman makan yang berbeda, dengan menghadirkan kapal-kapal yang dapat bergerak di sepanjang sungai.

“Konsepnya seperti dinner cruise skala mini. Masyarakat bisa menikmati makan malam di atas kapal yang berjalan perlahan menyusuri sungai. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun wisatawan,” tambahnya.

Selain itu, Edi Nasapta juga menyoroti pentingnya pembenahan wajah kota dari sisi infrastruktur jalan, khususnya pada pembatas jalan di ruas strategis.

“Pembatas jalan seperti yang ada di Jalan Mayor Safrie Rahman hingga ke kawasan alun-alun kota sampai titik nol kilometer perlu segera dibenahi. Desain yang ada saat ini sudah mulai ketinggalan zaman dan belum mencerminkan kesan sebagai ibu kota provinsi,” tegasnya.

Edi Nasapta juga menilai elemen-elemen seperti pagar pembatas besi, pot-pot tanaman, serta penataan pohon di median jalan perlu didesain ulang agar lebih estetis, modern, dan memiliki daya tarik visual.

“Lampu-lampu kota juga harus diperbanyak dan dibuat lebih estetik. Penataan ini penting untuk membangun suasana kota yang hidup, indah, dan memiliki karakter kuat,” imbuhnya.

Edi Nasalapta juga menekankan pentingnya revitalisasi sungai secara menyeluruh, mulai dari kebersihan, penataan bantaran, hingga pencahayaan kawasan agar mendukung aktivitas kota dari pagi hingga malam hari.

Di sisi lain, ia menyoroti perlunya pembenahan trotoar dan sistem lalu lintas agar lebih ramah bagi masyarakat.

“Trotoar harus rapi dan layak digunakan. Beberapa ruas jalan juga perlu dipertimbangkan menjadi satu arah agar lalu lintas lebih tertib dan nyaman,” katanya.

Ia juga melihat perkembangan kafe dan warung kopi yang semakin banyak sebagai hal positif bagi pemerataan ekonomi masyarakat. Namun demikian, penataan kota tetap diperlukan agar pertumbuhan tersebut lebih terarah.

Lebih lanjut, ia mendorong agar kawasan pusat kota dan alun-alun yang sudah mulai aktif dengan berbagai kegiatan dapat ditata lebih modern, bersih, dan nyaman.

“Kalau kota ini hidup dari pagi, siang, hingga malam hari dengan penataan yang baik, maka Pangkalpinang akan menjadi kota yang nyaman dan membanggakan,” tuturnya.

Edi Nasapta berharap Wali Kota bersama DPRD Kota Pangkalpinang dapat menjadikan pembangunan kota sebagai prioritas utama.

“Harapan kita Pangkalpinang bisa menjadi kota yang paling maju, paling nyaman, dan benar-benar membanggakan sebagai ibu kota provinsi. Ini perlu keseriusan dan perhatian penuh dari pimpinan daerah,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan