PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang meminta seluruh perangkat daerah menjadikan data sebagai pijakan dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan pembangunan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan kebijakan pemerintah harus disusun berdasarkan kondisi faktual, bukan sekadar asumsi.
Hal itu disampaikan Juhaini saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam Rilis dan Press Conference Berita Resmi Statistik terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen atau inflasi Kota Pangkalpinang September 2026 di Kantor BPS Kota Pangkalpinang, Kamis (1/10/2026).
Menurut Juhaini, data statistik memberikan gambaran mengenai kondisi sosial dan ekonomi daerah. Informasi tersebut diperlukan pemerintah untuk menentukan prioritas, menyusun program dan mengukur hasil pembangunan.
“Melalui rilis Berita Resmi Statistik hari ini, kita tidak hanya menerima sejumlah angka, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai perkembangan kondisi sosial dan ekonomi Kota Pangkalpinang,” ujar Juhaini.
Ia mengatakan data dapat digunakan untuk mengidentifikasi persoalan dan membaca perubahan kondisi masyarakat. Karena itu, pemanfaatannya tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Data, kata Juhaini, harus digunakan sejak perencanaan, pelaksanaan, pengendalian hingga evaluasi kebijakan.
“Kita ingin setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Juhaini juga mendorong perangkat daerah memperkuat koordinasi dengan BPS Kota Pangkalpinang. Sinergi tersebut dinilai penting agar data yang tersedia dapat digunakan secara lebih optimal dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi BPS yang dinilai konsisten menyediakan data statistik sebagai bahan rujukan pembangunan.
Juhaini berharap hasil statistik yang dirilis BPS dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemerintah, pelaku usaha, akademisi, peneliti, media, hingga masyarakat.
“Data harus menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang tepat dan merumuskan kebijakan yang efektif,” tuturnya. (KBC)






