BANGKA BARAT – Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Bangka Barat tidak hanya diwarnai dengan lomba gerak jalan masyarakat. Di balik kemeriahan tersebut,
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmennya dalam mengalokasikan anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat langsung.
Bupati Bangka Barat, Markus, mengungkapkan bahwa pemkab mengalihkan anggaran sekitar Rp2 miliar yang didapat dari penghargaan pelayanan kesehatan terbaik se-Sumatera untuk mengover jaminan kesehatan warga.
“Anggaran sekitar 2 miliar rupiah dialihkan untuk membayar iuran BPJS masyarakat Bangka Barat yang terdaftar di Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ada sekitar 59.000 warga yang dibayarkan BPJS-nya selama kurang lebih sebulan,” jelas Markus usai menghadiri lomba gerak jalan, Kamis (20/8/2026).
Selain BPJS, Pemkab Bangka Barat juga mengalokasikan anggaran hampir Rp3 miliar untuk program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP.
Markus meminta masyarakat bersabar karena proses pengadaan seragam membutuhkan ketelitian dalam pendataan ukuran dan pemilihan penyedia.
“Seragam masih dalam proses pendataan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispora) karena menyangkut ukuran peserta didik baru. Prosesnya tidak bisa sembarangan. Sesuai arahan KPK, minimal harus ada 5 opsi survei penyedia untuk memastikan kualitas dan harga terbaik agar masyarakat tidak dirugikan,” terang Markus.
Bupati menargetkan program seragam gratis ini tuntas disalurkan sebelum pergantian tahun.
“Harapan kita pembagiannya tidak melewati tahun 2026. Yang terpenting di momentum hari kemerdekaan ini, kita membakar semangat untuk bersama-sama membangun Bangka Barat yang lebih bermartabat,” tegasnya. (KBC)






