BANGKA TENGAH – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bangka Tengah, mulai menerapkan pola pembinaan jangka panjang dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang Porprov dan IPSI Championship.
Tidak lagi mengandalkan persiapan mendadak menjelang pertandingan, IPSI kini melakukan pemantauan dan evaluasi atlet sejak jauh hari.
Ketua IPSI Bangka Tengah Fani Hendra Saputra mengatakan, sebanyak 17 atlet yang telah lolos seleksi kini menjalani tahapan pembinaan lanjutan.
Sebagai langkah awal, IPSI Bangka Tengah menggelar screening fisik dan kesehatan untuk memetakan kondisi atlet sebelum memasuki program latihan intensif.
“Alhamdulillah, ada 17 atlet yang sudah lolos. Kemarin kami melaksanakan screening fisik dan kesehatan. Data dari screening ini nantinya akan diberikan kepada para pelatih sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui aspek-aspek apa saja yang perlu ditingkatkan dalam program latihan,” ungkapnya, Senin (15/6/26).
Screening tersebut, lanjut Fani, melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Marinir TNI Angkatan Laut, Dinas Kesehatan hingga RSUD Bangka Tengah.
Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penyusunan program latihan yang lebih terukur bagi masing-masing atlet.
Menurutnya, persiapan sejak dini menjadi kunci untuk meningkatkan peluang meraih prestasi pada ajang Porprov yang akan berlangsung di Pangkalpinang pada November mendatang.
“Perkembangan atlet akan terus dipantau oleh tim IPSI. Kami ingin memastikan ada peningkatan yang nyata, bukan hanya berlatih menjelang pertandingan. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari agar target prestasi yang diharapkan dapat tercapai,” terangnya.
Untuk mendukung pembinaan tersebut, lebih lanjut dikatakan Fani, IPSI Bangka Tengah juga telah menyiapkan pelatih sesuai kebutuhan nomor pertandingan, baik kategori seni maupun tanding.
“Selain itu, atlet akan menjalani Training Center (TC) selama sekitar satu setengah bulan pada September hingga Oktober mendatang,” ucapnya.
Masih kata Fani, tidak hanya fokus pada kemampuan teknik dan fisik, IPSI juga menaruh perhatian pada pembentukan mental bertanding.
Program sparing dengan daerah lain pun telah disiapkan guna menambah jam terbang atlet sebelum turun di arena kompetisi.
“Kami ingin atlet tidak hanya bagus saat latihan, tetapi juga mampu tampil maksimal ketika berada di arena pertandingan. Karena itu mental bertanding juga harus dibentuk melalui sparing dan pengalaman bertanding yang cukup,” pungkasnya. (KBC)
IPSI Bateng Fokus Bentuk Mental Atlit






