BANGKA TENGAH – Kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Koba terus berulang dan kian meresahkan masyarakat. Aksi tersebut tidak hanya terjadi di kebun sitaan Kejaksaan, tetapi juga menyasar kebun milik warga.
Kondisi ini menimbulkan kerugian sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pola pencurian yang terjadi mengarah pada aktivitas yang terorganisir dan sistematis.
Para pelaku disebut beroperasi dengan rapi, mulai dari proses pengambilan hingga pengangkutan dalam jumlah besar. Aksi biasanya dilakukan pada sore hingga malam hari.
Buah sawit diduga dilangsir menggunakan kendaraan kecil sebelum dipindahkan ke truk. Dalam satu kali kegiatan, aktivitas ini bahkan dapat melibatkan dua unit truk dan satu mobil pickup.
Selain itu, pelaku juga disebut kerap menyesuaikan aktivitas dengan pergerakan tim patroli keamanan. Saat patroli melintas, kegiatan dihentikan sementara. Bahkan, akses jalan menuju lokasi dilaporkan pernah ditutup menggunakan pelepah sawit untuk menghambat petugas.
“Kalau tidak dibongkar sampai ke akar, masyarakat kecil yang terus jadi korban. Secara logika, masyarakat biasa tidak mungkin berani mencuri dalam skala besar tanpa ada yang membekingi,” ujar seorang warga berinisial A Rabu (1/4/2026).
A menduga adanya keterlibatan oknum tertentu yang tidak hanya membekingi pelaku di lapangan, tetapi juga pihak pengepul yang diduga masih menerima buah sawit hasil curian. Hal ini dinilai memperkuat rantai praktik ilegal tersebut.
Sementara itu, saksi lain M mengaku kerap melihat aktivitas mencurigakan pada malam hari, termasuk kendaraan pickup yang keluar masuk area perkebunan dengan membawa muatan sawit.
“Beberapa kali melihat ada mobil pickup masuk, tapi kami takut untuk mencegahnya, jadi diam saja, aktivitas mereka cepat dan terkoordinasi,” ucapnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah lebih efektif, tidak hanya dalam penindakan, tetapi juga pencegahan. Pengawasan terhadap jalur distribusi serta penanganan yang transparan dinilai penting untuk memutus rantai pencurian dan mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat. (KBC)






