BANGKA TENGAH – Sepanjang tahun 2025, Kejaksaan Negeri Bangka Tengah menunjukkan peran strategis tidak hanya sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, menjaga aset, serta memastikan pemulihan kerugian negara berjalan efektif.
Hal tersebut tercermin dari capaian kinerja di berbagai bidang yang tidak hanya melampaui target, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Bidang Intelijen memainkan peran penting dalam memastikan pembangunan strategis di Bangka Tengah berjalan sesuai ketentuan.
Sebanyak 28 kegiatan pengamanan proyek strategis terlaksana sepanjang 2025, menjadikan Kejari sebagai mitra utama pemerintah dalam mencegah penyimpangan sejak awal.
Selain itu, Posko Intelijen di Kantor Pos dan Pelabuhan Sungai Selan mencatat capaian di atas target, sehingga memperkuat pengawasan terhadap pergerakan barang, aktivitas kepelabuhanan, serta potensi tindak pidana.
Program edukasi hukum seperti Jaksa Masuk Sekolah, Jaksa Menyapa, hingga kampanye anti korupsi juga berjalan optimal dan menjadi bagian dari strategi pencegahan sedini mungkin.
Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) tampil dominan dalam memberikan dukungan hukum kepada pemerintah daerah dan BUMD.
Sepanjang 2025, Datun menuntaskan puluhan layanan hukum, mulai dari pendampingan, legal opinion, hingga penyusunan MOU.
Yang paling signifikan adalah keberhasilan pemulihan keuangan negara sebesar Rp223,6 juta, yang merupakan kontribusi nyata dalam menjaga kas daerah sekaligus mendorong akuntabilitas tata kelola.
Salah satu capaian terbesar tahun ini datang dari Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB). Dari dua kali lelang barang rampasan, Kejari berhasil menghimpun Rp1,45 miliar.
Di mana Rp1,4 miliar lebih diserahkan kepada Pemerintah Daerah Bangka Tengah untuk pemulihan lingkungan yang terdampak tindak pidana.
Selain itu, penjualan langsung, penyetoran uang rampasan, pengembalian barang bukti, dan pemusnahan barang bukti dari ratusan perkara menunjukkan pengelolaan aset negara yang transparan dan akuntabel.
Meski fokus pada pengawalan pembangunan dan pemulihan aset menguat, Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) tetap mencatat kinerja impresif.
SPDP mencapai 260 perkara, jauh di atas target 168 perkara. Tahap penuntutan, putusan, dan eksekusi juga berada di atas target, menunjukkan penanganan perkara yang cepat dan konsisten.
Pidum juga memberikan kontribusi pada pendapatan negara melalui denda/tilang Rp30,5 juta dan biaya perkara Rp1,9 juta. Pelaksanaan 24 kali sidang online memperlihatkan efisiensi layanan berbasis teknologi.
Bidang Pembinaan menanamkan pondasi SDM yang kuat melalui Pelatihan Dasar CPNS bagi 10 pegawai, serta memastikan kualitas pelayanan didukung aparatur profesional.
Dengan total 56 pegawai dan realisasi PNBP Rp490,8 juta, pembangunan internal Kejari berjalan seimbang dengan pelayanan eksternal.
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Padeli, menegaskan kinerja ini menunjukkan pergeseran paradigma kerja Kejari yang tidak sekadar menuntut atau menyidik, tetapi juga hadir menjaga keuangan dan aset negara.
“Kejaksaan hari ini harus dapat dirasakan manfaatnya oleh pemerintah daerah dan masyarakat, terutama dalam mencegah kerugian negara serta mengawal pembangunan,” tegasnya. (kabarbangka.com)
Kejari Bangka Tengah Hadir untuk Masyarakat






