BANGKAHEADLINE

KNPI Siap Bantu Nelayan, Dorong Pemerintah Selesaikan Persoalan Muara Air Kantung

1075
×

KNPI Siap Bantu Nelayan, Dorong Pemerintah Selesaikan Persoalan Muara Air Kantung

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bangka, Adi Putra. Foto: Ist

BANGKA – Saidil memberikan warning akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi, apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pihak terkait dan berwenang.

Warning itu disampaikan Saidil dalam orasinya saat perwakilan nelayan dan Ormas menggelar unjukrasa di Muara Air Kantung Kecamatan Sungailiat, Jumat lalu.

“Kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak, massa yang lebih besar dari gabungan Ormas yang bernaung dalam sebuah organisasi pemuda terbesar bernama KNPI,” teriak Saidil dengan Toa di tangannya.
[irp]
Menurut Saidil, DPD KNPI Kabupaten Bangka telah berkomitmen akan mendukung gerakan tersebut demi kemaslahatan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan yang membutuhkan alur Muara Air Kantung.

Unjukrasa perwakilan nelayan dan Ormas di Muara Air Kantung Kecamatan Sungailiat, Jumat (24/5). Foto: Romlan


Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Bangka, Adi Putra, mengatakan DPD KNPI Bangka siap membantu nelayan jika benar-benar dibutuhkan untuk ikut mendorong pemerintah menyelesaikan permasalahan alur Muara Air Kantung.

Adi Putra mengungkapkan, hingga saat ini KNPI Bangka terus berupaya bersurat secara langsung kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, agar pemerintah pusat secara khusus dapat memperhatikan kondisi dan persoalan Alur Muara Air Kantung di Kelurahan Jelitik tersebut.
[irp]
“Surat tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua OKK dan Sekretaris KNPI Bangka di Gedung Bina Bahari II Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkap Adi Putra di Sungailiat, Minggu (26/5).

Dikatakannya, Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung juga harus menunjukkan komitmennya, sesuai pernyataan yang disampaikan secara terbuka saat meninjau kondisi alur muara Air Kantung bersama Forkopimda belum lama ini.

“Bahasa di lapangan harus sesuai. Memerintahkan orang untuk bekerja, namun izin tidak di keluarkan. Akhirnya justru nggak ada solusi yang diberikan oleh pemerintah, hanya turun ke lapangan untuk hembusan angin surga saja bagi nelayan, tapi tidak untuk menyelesaikan masalah,” kata dia. (Romlan)