BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat, Markus, mengajak para guru dan tenaga kependidikan PPPK paruh waktu untuk lebih bersyukur.
Pasalnya, permintaan kenaikan honor yang dituntut para guru di Bangka Barat tersebut lebih tinggi dibandingkan di Kabupaten / Kota lainnya di wilayah Bangka Belitung.
Hal tersebut diungkapkan Markus saat dikonfirmasi awak media di Graha Aparatur, terkait adanya aduan dan keluhan para guru yang mendatangi DPRD terkait kesetaraan gaji dengan PPPK Paruh Waktu yang ada di OPD Pemda, Rabu (18/2/2026).
“Mereka (para guru) harusnya bersyukur. Karena di Bangka Barat ini termasuk yang paling tinggi gajinya dibandingkan kabupaten/kota di Bangka Belitung ini,” ungkapnya.
Markus membandingkan gaji PPPK Paruh Waktu di Bangka Barat dengan kabupaten / kota lainnya.
Menurutnya, selama ini Bangka Barat masih dengan posisi paruh waktu begitu banyak, 1.800-an paruh waktu. Belum PPPK 1.000-an. Belum outsourcing. Kita masih mampu lho di atas kabupaten/kota lain di Bangka Belitung ini,” bebernya.
Di tengah kondisi keuangan yang tidak baik-baik saja, Markus menjelaskan Pemkab Bangka Barat terus berupaya agar semua bisa diselesaikan dengan baik dan cermat.
“Kita kan sekarang kondisi keuangan kita tidak memungkinkan di tengah Transfer ke Daerah kita banyak berkurang, Dana Bagi Hasil kita masih belum ada, belum dibayar,” tuturnya.
“Kalau misalnya mereka memperjuangkan itu sah-sah saja, itu namanya aspirasi. Tapi kami kan juga harus mengukur kekuatan kita. Kalau keuangan kita nggak mumpuni bagaimana? Semuanya kan kembali ke kemampuan keuangan kita,” jelasnya.
Kembali saat ditanya soal keinginan para guru tersebut agar jam kerjanya disesuaikan, Markus mempersilahkan bagi pegawai yang tidak sanggup dengan aturan yang telah ditetapkan untuk mundur.
“Tidak bisa dong. Kalau tidak mau, mundur saja, nggak apa-apa. Kalau tidak mau diatur Pemda, mundur. Nggak apa-apa. Silakan pejabat manapun mau mundur, silakan. Kita tidak kekurangan pegawai. Kita, pegawai kita banyak Bangka Barat, stoknya banyak,” tegasnya.
Sebelumnya perwakilan para guru tersebut datang ke DPRD Bangka Barat dan diterima Komisi I yang menggelar rapat dengar pendapat di Gedung Mahligai Betason II, Rabu ( 18/2/2026 ) pagi. (KBC)
Markus: Kalau Tidak Mau Diatur, Silahkan Mundur






