PANGKALPINANG – Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, menghadiri Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Kota Pangkalpinang yang digelar di Balai Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (15/4/2026).
Mie Go menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan, terutama di tengah kondisi perekonomian yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.
Ia menyampaikan bahwa peran ibu-ibu dalam keluarga sangat strategis, khususnya dalam mengelola keuangan rumah tangga.
Menurutnya, kondisi ekonomi daerah juga turut berdampak pada kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan kebijaksanaan dalam mengatur pengeluaran.
“Peran ibu-ibu sangat penting dalam mengatur keuangan keluarga. Dalam situasi seperti sekarang, tentu dibutuhkan kekompakan dan kehati-hatian dalam mengelola ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini sedang mengalami penyesuaian, salah satunya akibat kebijakan pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.
Pemotongan tersebut mencapai sekitar 20 persen, sehingga berdampak pada kemampuan daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.
Menurut Mie Go, kebijakan tersebut harus diambil demi menjaga stabilitas fiskal daerah, meskipun di sisi lain berimplikasi pada berbagai sektor, termasuk belanja pegawai.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini belanja pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang telah melebihi batas yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa pada tahun 2027 belanja pegawai maksimal hanya boleh mencapai 30 persen dari total anggaran.
“Belanja pegawai kita saat ini sudah melebihi ketentuan. Karena itu, secara bertahap harus dilakukan penyesuaian agar pada 2027 nanti bisa memenuhi batas maksimal 30 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, wacana penyesuaian tersebut sebenarnya telah muncul sejak tahun 2023 hingga 2024.
Namun, saat itu pemerintah daerah masih berupaya menghindari pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dengan harapan pendapatan asli daerah (PAD) dapat meningkat.
“Di beberapa daerah lain, pemotongan sudah dilakukan lebih awal. Sementara di Pangkalpinang, kita masih menahan agar tidak terjadi pemotongan, sehingga TPP masih tetap diterima secara utuh,” katanya. (KBC)
Mie Go Tekankan Pentingnya Menjaga Kekompakan






