BANGKAHEADLINEKAMTIBMAS

Nelayan Minta Pemerintah Permudah Izin Pulomas

×

Nelayan Minta Pemerintah Permudah Izin Pulomas

Sebarkan artikel ini
Curhat sejumlah nelayan di salah satu Warkop di Sungailiat, Senin (26/8). Foto: Romlan

BANGKA – Sejumlah nelayan di Sungailiat meminta pemerintah tidak mempersulit perizinan PT Pulomas Sentosa yang telah banyak membantu mengeruk alur muara Jelitik atau muara Air Kantung di Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat.

Permintaan itu datang dari Ichwan, salah satu nelayan bubu di Sungailiat, Senin (26/8) kemarin. Pria yang sudah puluhan tahun melakoni pekerjaan sebagai nelayan itu menyatakan, selama ini hanya PT Pulomas yang rela berkorban waktu dan biaya untuk melakukan pengerukan alur muara Jelitik.
[irp]
“Ya, kalau bisa izinnya PT Pulomas itu dibantu dipermudah, jangan dipersulit. Karena yang kami tahu cuma pulomas yang sudah melakukan pengerukan di alur muara Jelitik itu. Infonya Pulomas itu ngeruk pakai biaya sendiri,” ungkapnya.

Syahrul, tokoh nelayan setempat juga mengamini harapan Ichwan itu. Menurutnya, pemerintah sudah menunjuk PT Pulomas untuk melakukan pekerjaan pengerukan alur muara Jelitik, maka sudah seharusnya perizinan PT Pulomas dipermudah prosesnya.
[irp]
“PT Pulomas itu sudah banyak berkorban demi membantu kami masyarakat nelayan. Alhamdulillah, sekarang perahu nelayan sudah lancar lewat di alur muara Jelitik,” kata pria yang akrab disapa Mang Golek itu.

Mang Golek menuturkan, sejak ditunjuk oleh Penjabat Gubernur pada bulan April lalu, sampai sekarang PT Pulomas sudah berupaya membantu mengeruk alur muara Jelitik menggunakan alat berat jenis Excavator, sehingga perahu nelayan bisa leluasa melewati alur muara tersebut.
[irp]
“Mulai bulan April lah. Dulu Pj Gubernur sama Forkopimda yang suruh PT Pulomas kerja keruk alur muara demi membantu nelayan. Alhamdulillah, sekarang alur muara sudah terbuka. Memang belum maksimal, karena kerjanya cuma pakai PC. Kalau ada izinnya, kan PT Pulomas bisa sedot pasir di muara itu pakai kapal, bisa langsung isi ke Tongkang. Jadi tidak menumpuk lagi pasirnya di pinggir muara itu,” jelasnya.

Harapan senada disampaikan Marhen, juga nelayan bubu. Ia berharap pemerintah serta pihak berwenang tidak mempersulit perizinan PT Pulomas, supaya perusahaan itu bisa maksimal melakukan pekerjaan kerja keruk di alur muara Jelitik tersebut.
[irp]
“Harapannya kurang lebih sama. Kami sebagai nelayan berharap PT Pulomas bisa kerja maksimal melakukan pengerukan. Supaya pemerintah mempermudah perizinan PT Pulomas, biar nanti bisa datangkan kapal untuk sedot pasir di muara itu,” katanya.

Sementara Ketua Forum Masyarakat dan Nelayan Pesisir Sungailiat, Heri Ramadhani, kembali mengingatkan pemerintah agar konsisten dengan apa yang sudah disampaikan saat berkunjung ke muara Jelitik pada bulan April lalu.
[irp]
“Tolong supaya para pejabat itu konsisten dengan omongan. Dulu PT Pulomas yang disuruh kerja keruk alur muara Jelitik demi membantu nelayan. Jadi tolong perizinannya jangan dihambat. Kalau sampai PT Pulomas berhenti mengeruk alur muara itu karena nggak bisa punya izin lengkap, lalu siapa yang mau keruk itu muara? Kalau alur muara Jelitik itu buntu kagi, yang susah kawan-kawan kita para nelayan ini,” demikian Heri. (Romlan)