PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memfokuskan langkah dalam 90 hari ke depan untuk mempercepat realisasi belanja daerah yang berkualitas dan tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas inflasi di akhir tahun anggaran 2025.
Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri dan Menteri Keuangan secara virtual dari Smart Room Center Pemerintah Kota Pangkalpinang, Senin (20/10/2025).
Dalam rakor tersebut, Menteri Keuangan menekankan pentingnya percepatan realisasi belanja pemerintah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Arahan dari Menteri Keuangan menegaskan bahwa percepatan realisasi belanja menjadi faktor utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah,” ujar Juhaini kepada wartawan usai rapat koordinasi.
Ia menjelaskan, Menteri Dalam Negeri juga menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah ditopang oleh dua mesin utama, yakni pemerintah dan sektor swasta. Karena itu, sinergi antar kedua sektor harus terus diperkuat.
Dalam paparannya, Juhaini menyebutkan, realisasi keuangan nasional hingga triwulan ketiga tahun 2025 mencatat pendapatan sebesar 70,70 persen dan belanja 56,07 persen.
Dari sisi daerah, Kota Pangkalpinang berada di posisi tengah antara kota dengan realisasi tertinggi dan terendah, yakni di bawah Banjarbaru (87,96 persen) dan di atas Prabumulih (59,6 persen).
Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2025 tercatat 5,12 persen dengan inflasi 2,65 persen. Pulau Jawa menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan sumbangan mencapai 56,96 persen.
Lebih lanjut, Juhaini menyampaikan tiga arahan utama dari hasil rakor yang harus menjadi fokus daerah menjelang penutupan tahun anggaran. Pertama, pengelolaan dana pemerintah daerah di perbankan harus lebih efisien, dengan prioritas di bank daerah.
Kedua, percepatan realisasi belanja tidak hanya menekankan kecepatan, tetapi juga kualitas dan ketepatan sasaran untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan pelayanan publik.
“Ketiga, pemerintah daerah diminta memperkuat tata kelola dan integritas untuk menjaga kepercayaan publik dan investor, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Juhaini.
Menjelang tutup anggaran akhir tahun, Pemkot Pangkalpinang juga tengah menyiapkan langkah-langkah penyesuaian agar serapan anggaran dapat optimal tanpa mengabaikan akuntabilitas dan transparansi.
“Kami akan pastikan proses penyerapan anggaran berjalan efektif dan sesuai target hingga akhir tahun, dengan tetap menjaga efisiensi dan ketepatan sasaran,” tutup Juhaini. (kabarbangka.com)
Pemkot Akan Percepat Realisasi Belanja Daerah






