BANGKA – Sejumlah ASN Pemkab Bangka mempertanyakan kelanjutan Program Serbu Berkah atau Seribu Berkah, yakni program sedekah seribu sehari para ASN Pemkab Bangka untuk membantu warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan.
Diketahui Program Serbu Berkah ini dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Bangka, Mulkan.
Sebelumnya pada masa pemerintahan Bupati Bangka dijabat Tarmizi Saat, program ini dinamakan Semari atau Sedekah Limaratus Rupiah Sehari.
[irp][irp]
“Dalam slip gaji kami setiap bulan hingga saat ini masih terpotong untuk program Semari tertulis Rp30.000. Jadi program ini masih, ada karena di slip gaji terus terpotong Rp30.000 per bulan,” ungkap seorang ASN yang meminta namanya dirahasiakan, sambil menunjukkan bukti slip gajinya.
Ditambahkannya, sebenarnya dirinya tidak mempermasalahkan program sedekah ini terus berlanjut, namun harus jelas pelaporan dan pemanfaatannya oleh para pengurus.
“Dulu saat Program Serbu Berkah ini diketuai Meina Lina, mantan Kadis PU Bangka. Beliau rutin melaporkan pendapatan dan pengelolaan dana program ini, setiap kali beliau menjadi pembina upacara atau apel Senin. Tapi sekarang beliau sudah pensiun sehingga tidak jelas lagi pelaporannya,” ujarnya.
[irp][irp]
Dilanjutkannya, pada saat masih ada Bupati Bangka, Mulkan, yang masih menjabat Program Serbu Berkah ini rutin diberitakan di media massa dan hampir setiap minggu ada disalurkan bupati dan pengurus lainnya kepada masyarakat kurang mampu yang sedang sakit dalam bentuk kursi roda dan uang bantuan berobat.
“Namun sejak Bupati Bangka defenitif habis masa jabatannya pada September 2023, dan hingga saat ini Program Serbu Berkah ini tak terdengar lagi. Padahal setiap bulan di slip gaji kami tetap dipotong. Mohon dijelaskan apakah program ini masih berjalan ataukah sudah dihentikan,” tanyanya.
Diungkapkannya, saat ini jumlah ASN Pemkab Bangka sekitar 4.000-5.000 orang, bila rata-rata 3.000 orang saja dikali Rp30.000 didapatkan Rp90.000.000 juta per bulan.
[irp][irp]
“Bila dihitung sejak Bupati Bangka defenitif berhenti pada September 2023 hingga Juli 2024 atau 10 bulan, jadi diperkirakan sudah terkumpul sekitar Rp900.000.000, meskipun ini hanya perkiraan yang penting itu ke mana dana itu disalurkan, tolong dijelaskan,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Penjabat Bupati Bangka, Muhammad Haris, mengatakan sejak dilantik dirinya belum pernah menyalurkan ataupun memanfaatkan Program Serbu Berkah ini.
“Program Serbu Berkah ini bukan program pemerintah daerah, tapi merupakan program pribadi Bupati Bangka defenitif yang sedang menjabat saat itu. Jadi saya tidak pernah menyalurkan bantuan melalui Program Serbu Berkah ini,” tegas Haris di rumah dinasnya, Senin (15/07/2024).
[irp][irp]
Ditambahkannya, selama menjabat sebagai Penjabat Bupati Bangka hanya menyalurkan bantuan sosial kemasyarakatan melalui lembaga resmi pemerintah, seperti BAZNAS Kabupaten Bangka dan BPJS.
“Kalau untuk membantu masyarakat hanya melalui program resmi pemerintah yakni lewat BAZNAS dan BPJS saja, lewat program lain tidak ada. Coba ditanyakan saja langsung ke pengelola Program Serbu Berkah yakni Mas Waluyo di Bagian Umum Setda Bangka,” ujarnya.
Terpisah, Bendahara Program Serbu Berkah, Waluyo, mengatakan Program Serbu Berkah sampai saat ini masih berjalan, namun tidak begitu aktif seperti ketika masih ada Bupati Bangka defenitif.
[irp][irp]
“Program Serbu Berkah ini dikelola yayasan dan hingga saat ini masih diketuai ibu Meina Lina, mantan Kadis PU Pemkab Bangka,” kata Waluyo.
Diakuinya, Program Serbu Berkah ini bukan Program Pemkab Bangka, tetapi Program Bupati Bangka defenitif yang dikelola di bawah yayasan dengan Akte Notaris.
“Jadi dana Program Serbu Berkah yang terkumpul dari para ASN Pemkab Bangka itu tidak masuk ke kas Pemkab Bangka, tetapi ke kas yayasan pengelola Program Serbu Berkah,” jelas Waluyo.
[irp][irp]
Diungkapkannya, saat masih ada Bupati Bangka Defenitif, pak Mulkan jumlah dana Program Serbu Berkah ini masuk setiap bulan berkisar Rp70 juta hingga Rp80 juta per bulan.
“Namun saat Bupati Bangka defenitif habis masa jabatannya , dana Program Serbu Berkah yang masuk kas jauh menurun hingga berkisar Rp20 jutaan per bulan,” ujarnya.
Diakuinya, alasan penurunan dana kas masuk Program Serbu Berkah ini terjadi karena tidak ada lagi Bupati Bangka yang menaunginya, sehingga para ASN di sejumlah OPD tidak lagi melakukan penyetoran ke kas.
[irp]
“Dana Program Serbu Berkah ini Rp30.000 per bulan dari para ASN saat ini tidak semua OPD menyetor ke kas program, saat ini hanya ada beberapa OPD saja yang masih konsisten menyetorkan, sehingga saat ini jumlah dana yang masuk sekitar Rp20 jutaan per bulan,” jelasnya. (Edw/getarbabel.com)
Pemotongan Gaji Untuk Program Serbu Berkah Dipertanyakan






