DPRDHEADLINE

Batianus Berdialog dengan Petani dan Sopir Pengangkut Sawit

92
×

Batianus Berdialog dengan Petani dan Sopir Pengangkut Sawit

Sebarkan artikel ini
Batianus saat berdialog dengan petani saiwt dan sopir truk pengangkut TBS di PT PSM, Senin (25/5).

BANGKA TENGAH – Di tengah anjloknya harga Tandan Buah Segar sawit yang dikeluhkan petani, Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus turun langsung ke PT PSM di Desa Perlang untuk melihat kondisi di lapangan, Senin (25/5/26).

Kedatangan Batianus bukan hanya untuk bertemu pihak manajemen perusahaan, namun juga memastikan proses pembongkaran buah sawit dan penetapan harga di pabrik berjalan sesuai aturan serta tidak merugikan petani.

Sebelum masuk ke area pabrik, Batianus menyempatkan diri berdialog dengan puluhan sopir dan petani sawit yang tengah mengantre panjang menunggu giliran bongkar.

Dari perbincangan tersebut, terungkap banyak sopir harus menunggu hingga berhari-hari.

“Jujur pak ketua, dengan harga sawit anjlok seperti ini kami masyarakat banyak ruginya. Antrean panjang menunggu bongkar, bahkan ada yang sudah empat hari menunggu,” ungkap salah seorang sopir.

Tak hanya harga sawit yang rendah, para sopir juga mengaku terbebani biaya selama menunggu antrean bongkar.

“Bukan hanya tenaga yang keluar, tapi juga biaya untuk makan, ngopi dan kebutuhan lainnya selama menunggu. Kalau tidak ditunggu, takut ada barang hilang,” ujar Yanto.

Menanggapi keluhan tersebut, Batianus menegaskan bahwa dirinya datang untuk memastikan kondisi yang terjadi di lapangan dan mencari solusi agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“Kami datang ke sini ingin memastikan langsung bagaimana mekanisme pembongkaran dan harga sawit di pabrik. Keluhan masyarakat ini tentu menjadi perhatian serius, karena jangan sampai petani semakin terbebani dengan harga yang rendah ditambah antrian bongkar yang terlalu lama,” tegas Batianus.

Ia juga meminta pihak perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pembongkaran agar antrean kendaraan tidak semakin panjang dan merugikan para petani maupun sopir sawit.

“Kita ingin ada solusi bersama, baik dari pihak perusahaan maupun pemerintah, supaya masyarakat petani sawit bisa tetap bertahan di tengah kondisi harga yang sedang turun,” tutupnya. (KBC)

Tinggalkan Balasan