BANGKA TENGAH – Perayaan Imlek Bersama di Desa Terubus, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (23/2/2026), tak hanya menjadi simbol kuatnya toleransi antar umat beragama, tetapi juga diwarnai dengan aksi sosial bagi masyarakat.
Umat Konghucu merayakan Tahun Baru Imlek di Klenteng Kwan Tie Miao di tengah suasana Ramadan, saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Meski berlangsung dalam momentum keagamaan yang berbeda, kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan 100 paket sembako kepada warga yang membutuhkan tanpa memandang suku, ras, maupun agama. Bantuan itu berasal dari sumbangan masyarakat Desa Terubus.
Selain itu, sebanyak 40 paket perlengkapan sekolah juga disalurkan kepada pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Bantuan berupa seragam, tas, dan alat tulis tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa Terubus.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan dan menjamin kebebasan beribadah.
“Kehadiran pemerintah di sini untuk memastikan semua kegiatan ibadah terlindungi, tidak ada yang mengganggu dan tidak ada yang menghambat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Terubus, Ngiat Hiung, menyampaikan bahwa bantuan sembako diberikan kepada 100 penerima dari hasil swadaya warga, sedangkan perlengkapan sekolah untuk 40 pelajar berasal dari Dana Desa.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan dipergunakan sebaik-baiknya oleh para penerima.
Perayaan Imlek Bersama ini pun menjadi bukti bahwa toleransi di Desa Terubus tidak hanya terjaga dalam kehidupan beragama, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kebersamaan antar warga. (KBC)
Perayaan Imlek Bersama di Desa Terubus Diwarnai Aksi Sosial






