PANGKALPINANG – Berkendara sepeda motor bersama anak kini menjadi pemandangan umum di jalanan Indonesia, terutama untuk keperluan antar jemput sekolah atau perjalanan singkat lainnya.
Namun, membawa anak di atas motor bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.
Menurut Hariyansha, Instruktur Safety Riding PT Asia Surya Perkasa Main Dealer Honda Bangka Belitung, ada standar keselamatan yang wajib diperhatikan agar perjalanan bersama anak tetap aman.
“Keselamatan anak adalah tanggung jawab utama. Jangan sampai terburu-buru membuat kita abai pada hal-hal kecil yang penting,” ujarnya.
Langkah pertama yang disarankan adalah memastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai.
Helm khusus anak dengan standar SNI, jaket, dan alas kaki tertutup sangat membantu melindungi anak jika terjadi hal yang tidak diinginkan. “Sering kita lihat anak hanya dibonceng tanpa helm, padahal kepala anak juga harus terlindungi seperti orang dewasa,” jelas Hariyansha.
Selain itu, posisi duduk anak di atas motor juga harus diperhatikan. Hariyansha menyarankan agar anak duduk dengan benar dan memegang erat pada pengendara atau pegangan motor.
“Pastikan anak sudah cukup usia dan bisa duduk dengan stabil. Jangan memaksakan anak yang masih terlalu kecil untuk dibonceng karena risikonya besar,” tegasnya.
Hariyansha juga mengingatkan pentingnya menjaga kecepatan motor saat membonceng anak. Kecepatan yang terlalu tinggi membuat anak mudah panik dan berbahaya jika ada situasi mendadak di jalan.
“Lebih baik melaju dengan kecepatan sedang dan stabil. Ingat, kita membawa penumpang yang lebih rentan,” katanya.
Selain kecepatan, pengendara harus ekstra fokus dan menghindari manuver berbahaya seperti zig-zag atau mendadak menyalip.
“Ketika membonceng anak, pengendara tidak boleh ugal-ugalan. Emosi dan kesabaran sangat diperlukan agar perjalanan lebih tenang,” tambah Hariyansha.
Persiapkan juga perjalanan dengan baik, seperti memilih jalur yang lebih aman dan tidak terlalu padat serta memastikan motor dalam kondisi prima.
“Rem, lampu, klakson, hingga tekanan ban harus dicek sebelum jalan. Dengan motor yang sehat, risiko gangguan di jalan bisa diminimalisir,” jelasnya.
Sebagai penutup, Hariyansha mengajak para orang tua untuk menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas utama saat berkendara.
“Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Gunakan perlengkapan yang sesuai dan berkendaralah dengan penuh tanggung jawab. Dengan begitu, kita sudah menerapkan prinsip #Cari_Aman yang sesungguhnya,” pungkasnya. (*)
Sumber: Honda Babel
Tips #Cari_Aman Berkendara dengan Anak Ala Honda Babel






