HEADLINEKAMTIBMAS

Pengiriman Pasir Timah dari Belitung Terus Terjadi

×

Pengiriman Pasir Timah dari Belitung Terus Terjadi

Sebarkan artikel ini
Foto: Truk Isuzu dengan manifest sagu diduga bawa 12 ton timah dari Belitung. (Ist)

BANGKA SELATAN – Dugaan praktik penyelundupan pasir timah kembali mencuat di wilayah pesisir timur Pulau Belitung, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Aktivitas mencurigakan terpantau di Pelabuhan Tanjung Ru, yang diduga kuat terkait dengan upaya pengiriman pasir timah keluar dari daerah itu.

Kabar tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan kanal YouTube Belitung Televisi Berita.

Sayangnya unggahan tersebut keburu dihapus oleh uploader dari kanal youtube Belitung Televisi Berita, Sabtu (03/08/2025), sehingga aktivitas illegal dalam platform tersebut tidak dapat terdeteksi lagi oleh redaksi.

Namun dilansir dari cerapan.id, satu unit truk dengan nomor polisi BN 86xx WA merk Isuzu Putih dengan bak yang ditutup terpal hijau diduga memuat pasir timah dengan modus bawa Sagu seberat 12 ton masuk ke pelabuhan penyeberangan Sadai, Minggu (03/08/2025) dini hari.

Sumber yang didapatkan, bahwa truk tersebut diduga bawa Sagu seberat 12 ton.

“Semalam hanya satu mobil ini 12 ton bawa Sagu, truk lainnya masing-masing 3 ton,” ungkap sumber, Minggu (03/08/2025).

Sementara, media ini masih menelusuri siapa pemilik 12 ton Sagu itu serta berupaya konfirmasi pihak-pihak terkait.

Dalam data manifest, terdapat empat truk dari Belitung masuk ke Pulau Bangka dengan satu truk bermuatan Sagu 12 ton dan tiga truk lainnya bermuatan masing-masing 3 ton.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang, baik dari kepolisian setempat maupun dinas terkait.

Kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Praktik pengiriman pasir timah dari Belitung kerap terjadi secara berulang, meski sudah sering menjadi sorotan media dan aparat penegak hukum.

Modusnya pun nyaris serupa, pengiriman dilakukan secara diam-diam melalui pelabuhan rakyat atau jalur tikus dengan melibatkan oknum-oknum tertentu.

Dugaan ini menambah panjang daftar praktik tambang ilegal di Belitung yang hingga kini belum mampu diberantas tuntas.

Jika tak segera ditangani secara serius, bukan tidak mungkin sumber daya alam strategis seperti timah akan terus terkuras tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. (*)

Sumber: buletinexpres.com