BANGKA BARAT – Universitas Gajah Mada melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat PLTN dan rencana pembangunan Thorcon 500 di wilayah Kabupaten Bangka Barat di OR II Setda Bangka Barat, Jumat (15/8/2025)
Kusnanto selaku dosen UGM Fakultas Teknik Nuklir sekaligus pemateri sosialisasi menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan.
“Memberikan suatu bentuk sosialisasi dan edukasi mengenai PLTN. Supaya masyarakat ini tahu persis kami menyampaikan informasi mengenai PLTN secara proporsional. Artinya apa? Bukan masalah pro dan kontra. Pro boleh, kontra boleh. Tetapi menjawabnya harus berdasar logika. Nah itulah yang kami sebut dengan edukasi publik” ungkapnya.
Kabupaten Bangka Barat dikatakannya merupakan merupakan sasaran pembangunan PLTN yang akan datang.
“Ini adalah awal. Nanti ke depan karena memang di Bangka Barat ini merupakan salah satu calon tapak PLTN. Supaya masyarakat kalau itu menolak alasannya logis. Kalau itu setuju alasannya juga logis. Nah itulah membangun pengetahuan itulah yang rencananya akan kami kolaborasikan dengan pemerintah kabupaten Bangka Barat ini,” tukasnya.
Respon yang diterima pada saat sosialisasi di Kabupaten Bangka Barat dikatakan Kusnanto luar biasa dan itu menjadi sebab optimisme pihaknya dalam pembangunan PLTN nantinya.
“Kalau saya melihat sangat positif responnya, Bagi kami ini adalah satu kesempatan yang baik untuk membangun kapasitas tadi. Kapasitas pengetahuan yang proporsional tadi untuk menanggapi rencana pembangunan PLTN yang oleh Presiden Prabowo telah ditetapkan. Jadi ini sebetulnya adalah mandat,” tegasnya lebih lanjut.
Di wilayah Bangka Barat, diakui Kusnanto pernah dilakukan studi terkait PLTN kendati sudah agak lama dan kemungkinan akan dilakukan analisa kembali.
“Nanti akan direview lagi. Barang kali tentunya ini PLN sedang menyiapkan siapa yang akan masuk menjadi kontraktor. Siapa yang akan berinvestasi. Ini mereka sedang menggarap itu. Mungkin satu dua tahun lagi akan menscreening ini dulu. Mungkin sekitar 2026-2027 mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan,” bebernya.
Pembangunan PLTN sendiri dikatakannya akan memakan waktu cukup lama dengan beberapa persiapan yang perlu dilakukan.
“Membangun itu butuh waktu kira-kira 5 sampai 6 tahun. Sehingga mudah-mudahan masih cukup waktunya kalau dimulai 2026-2027,” pungkasnya. (kabarbangka.com)
Terkait Sosialisasi PLTN, Begini Respon Masyarakat Bangka Barat






