BATENGHEADLINE

Kajian Umi Pipik Sentuh Hati Ratusan Jamaah

897
×

Kajian Umi Pipik Sentuh Hati Ratusan Jamaah

Sebarkan artikel ini
Foto: kabarbangka.com

BANGKA TENGAH – Kajian Muslimah yang digelar di Masjid Agung Ar Raihan, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, pada Kamis (25/09/2025) berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme. Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif.

Kedua narasumber tersebut yaitu Ustazah Umi Pipik Dian Irawati, seorang pendakwah yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang menyentuh hati, dan Ustazah Yentri Warnis, memberikan tausiah yang membangkitkan semangat dan menggugah kesadaran para jamaah.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di Bangka Tengah, seperti istri Bupati Bangka Tengah Eva Algafry yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT).

Kemudian nampak hadir juga, Devi Efrianda, istri dari wakil Bupati Bangka Tengah, serta Puput Husaini, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Bangka Tengah.

Ketua FKMT Eva Algafry menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Kajian Muslimah ini. Ia berharap agar nasihat yang disampaikan oleh Umi Pipik dan Yentri Warnis dapat memberikan manfaat yang besar bagi para jamaah.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul dalam Kajian Muslimah bersama Umi Pipik Dian Irawati di Bangka Tengah. Saya sangat terharu melihat antusiasme para jamaah yang hadir,” lanjutnya.

“Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi nasihat yang bermanfaat, dapat kita teruskan kepada keluarga, dan semoga Allah SWT meridai kegiatan ini serta memberikan keistiqamahan kepada kita semua,” ujar Eva Algafry.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustazah Umi Pipik Dian Irawati mengajak seluruh jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal kesabaran dan pengendalian diri.

Ia menekankan bahwa kesabaran adalah kunci untuk menghadapi berbagai cobaan dan ujian dalam hidup.

“Kalau mau mencontoh Nabi, contohlah akhlaknya. Mau belajar sabar, silakan. Nabi dulu diludahi, tetapi beliau sabar. Perlakuan buruk orang lain jangan dibalas dengan hal yang sama,” pesan Umi Pipik.

Bukan hanya itu, Umi Pipik juga mengingatkan pentingnya mengingat kematian sebagai pengingat untuk selalu bertaubat dan meningkatkan amal ibadah.

Dirinya pun menjelaskan bahwa orang yang sering mengingat kematian akan mendapatkan tiga kemuliaan dari Allah SWT, yaitu dimudahkan untuk bertaubat, diberikan hati yang tenang dan damai, serta dimudahkan dalam beribadah.

“Kita ini modalnya hanya dosa. Jadi jangan sombong. Orang yang sering mengingat mati akan mendapatkan tiga kemuliaan dari Allah, yakni Takjili Taubah, artinya dimudahkan untuk segera bertaubat dan banyak beristighfar; Qonatul Qolbi, artinya hati yang diberi rasa cukup, tenang, dan damai; serta Wanasyatul Ibadah, artinya semangat dalam beribadah dan dimudahkan dalam melakukannya,” terangnya.

Lebih lanjut dalam ceramahnya Umi Pipik juga menyebutkan, bahwa manusia tidak memiliki keistimewaan apa pun di hadapan Allah SWT selain taubat dan amal kebaikan.

Untuk itu, mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan kesempatan hidup yang diberikan oleh Allah SWT untuk berbuat baik dan meningkatkan kualitas diri.

“Orang yang sudah meninggal tidak bisa lagi salat, puasa, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan lainnya. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang masih hidup. Maka, kalau kita yang masih diberi kesempatan hidup tidak mau memanfaatkannya, sungguh rugi. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang merugi dan menyesal di alam kubur,” kata Umi Pipik.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para jamaah, panitia penyelenggara juga membagikan doorprize dengan berbagai hadiah menarik. Langkah ini disambut dengan gembira oleh para peserta, yang merasa dihargai dan diperhatikan.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keistiqamahan dari Allah SWT. (kabarbangka.com)