BABARHEADLINE

Markus Buka Musda V MUI Bangka Barat

11
×

Markus Buka Musda V MUI Bangka Barat

Sebarkan artikel ini
Musda V MUI Kabupaten Bangka Barat, Selasa (6/1/2026).

BANGKA BARAT – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bangka Barat menggelar Musyawarah Daerah V di Hotel Yasmin Mentok, Selasa (6/1/2026).

Bupati Bangka Barat, Markus, dalam arahannya mengajak semua pihak untuk membangun Bangka Barat melalui berbagai cara.

” Guna memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas umat dan memajukan dakwah Islam di daerah kita. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta musda untuk berpartisipasi aktif, berdiskusi dengan bijak untuk memilih kepengurusan MUI yang akan datang untuk yang lebih baik,” katanya.

Markus juga mengucapkan terima kasih, karena MUI telah berperan aktif terut berpartisipasi dalam pembangunan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada MUI Bangka Barat atas kontribusi dan dedikasinya dalam membangun masyarakat kita,” ucapnya.

Solidaritas MUI dengan Pemerintah Daerah ditekankan Markus agar tetap terjaga, demi mewujudkan tercapai visi misi Bangka Barat.

“Semoga musda ini dapat menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama antara MUI dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Bangka Barat, M Thoha minta maaf atas kepemimpinannya selama menjabat.

“Sekian lama kita menjabat, banyak yang sudah kita perbuat. Namun hal-hal yang kita perbuat yang mungkin kurang berkenan kepada Bapak-bapak masyarakat Bangka Barat, kami mohon maafnya,” ujarnya.

Ia juga berharap pelaksanaan Musda dapat berjalan lancar dan kepengurusan nantinya dapat lebih baik.

“Dan mudah-mudahan yang akan datang nantinya lebih baik daripada yang sekarang, yang lama,” harapnya.

Thoha juga berpesan, agar dapat memilih pemimpin yang terbaik dalam ilmu keagamaan, yang mengetahui nahwu sorof serta membaca kitab kuning.

“Dan jadinya nanti kami mengharapkan mudah-mudahan yang akan datang ini lebih bagus, lebih baik,” imbuhnya.

“Kemudian yang menguasai pimpinan Majelis Ulama itu paling tidak dari pesantren yang menguasai Nahwu, Shorof, I’lal, I’rab, Balaghah, minimal dapat membaca Kitab Kuning, sehingga tidak diragukan lagi keulamaannya” pungkasnya. (KBC)