HEADLINEPEMKOT

Erwandy Beberkan Tujuan Rakor Satuan Pendidikan di Kota Pangkalpinang

108
×

Erwandy Beberkan Tujuan Rakor Satuan Pendidikan di Kota Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
Rakor Satuan Pendidikan di Balai Besar Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (26/1/2026).

PANGKALPINANG – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menggelar rapat koordinasi bersama kepala sekolah negeri maupun swasta se Kota Pangkalpinang di Balai Besar Betason, Senin (26/1/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, mengungkapkan tujuan rapat koordinasi bersama satuan pendidikan itu dilaksanakan dalam rangka pencapaian visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang.

“Pertama, bagaimana visi Smart 2030 ini bisa kita capai dengan kita menyamakan persepsi. Yang kedua kepala daerah mempunyai program prioritas yang ingin dicapai,” ungkapnya.

“Dalam Rakor inilah tempat kita saling bertemu, saling berbagi, saling sharing,” imbuhnya.

Yang ketiga, lanjut Erwandy, penegasan peran kepala sekolah sebagai change of leader atau pemimpin perubahan.

Kepala Sekolah itu tidak hanya mengurus administrasi, mengurus dana BOS. Tapi sebagai change of leader, bagaimana Kepala Sekolah memimpin perubahan untuk memajukan pendidikan? Itu yang diharapkan.

“Karena dinamika pendidikan itu luar biasa. Jadi, bagaimana Kepala Sekolah dengan manajemennya sebagai seorang manajer memanej satuan pendidikannya, sehingga mitigasi resiko terhadap permasalahan itu bisa dihadapi,” imbuhnya.

Yang keempat, kata Erwandy ini yang penting. Tanpa pola pengelolaan keuangan, bagaimana akuntabilitas dari penggunaan Dana BOSD?

Erwandy mengingatkan kepada semua yang hadir, bahwa akuntabilitas SPJ dari pengguna dalam BOS itu benar-benar kita cek and ricek and review.

“Jadi tolong dinafikan mulai dari hari ini. Karena apabila ada temuan, berarti ada sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita semua. Baik tanggung jawab sebagai finansial maupun tanggung jawab moral kita sebagai pemimpin satuan pendidikan,” tuturnya.

“Ini berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta, karena swasta juga mendapatkan BOSD,” ujarnya.

Kemudian yang kelima, lanjut Erwandy, adalah penguatan mutu pendidikan. Karena pemerataan pendidikan yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Walikota, bahwa mutu pendidikan di Kota Pangkalpinang harus semuanya sama.

“Tidak ada lagi istilah mindset sekolah favorit, semuanya harus sama. Jadi inilah yang kita diskusikan bersama. Persepsi ini harus kita landasi dengan hal-hal yang menurut kita adalah hal-hal pendidikan. Jangan sampai apa yang jadi cita-cita atau program priorita dari kepala daerah ini tidak tercapai,” katanya.

“Saya harap sinergi ini terus kita lakukan untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Pangkalpinang ini. Dan kita semua tetap semangat walaupun keterbatasan anggaran yang kita miliki,” demikian Erwandy. (KBC)