BANGKA BARAT – Lonjakan penumpang yang hendak mudik lebaran 1447 Hijriyah / 2026 Masehi mulai terjadi di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.
Hal itu terungkap saat rapat koordinasi Angkutan Lebaran di Kantor PT ASDP Cabang Bangka Tanjung Kalian Mentok Bangka Barat, Sabtu (14/3/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangka Barat, Heru Warsito, menyampaikan Pemerintah kabupaten Bangka Barat memberikan support personil serta terus memantau perkembangan arus penumpang jelang hari raya Idul Fitri.
“Kita menggerakkan dari Dinas Perhubungan, kemudian Satpol PP, dari Dinas PUPR dan lain sebagainya, semuanya itu adalah untuk melancarkan kegiatan ini. Secara prinsip bahwa pemerintah Kabupaten Bangka Barat men-support agar mudik lebaran ini benar-benar aman, kemudian nyaman dan utamakan keselamatan,” ungkapnya.
Heru juga menyatakan, tetap dibuat penampungan para pemudik agar aman dan nyaman dengan memaksimalkan buffer zone.
“Tahun ini, ya kita tetap memanfaatkan di buffer zone. Jadi penampungan itu yang ada di fasilitas yang ada di buffer zone itulah yang mudah-mudahan itu nanti bisa meng-cover semuanya. Semuanya itu adalah dilaksanakan oleh ASDP, kita Pemda sifatnya supporting,” katanya
General Manager PT ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo Upandika menyampaikan hasil rapat koordinasi secara teknis untuk pelaksanaan posko angkutan Lebaran tahun 2026 di Pelabuhan Tanjung Kalian serta koordinasi lintas sektor.
“Menyamakan lagi terkait pola yang sudah kita rencanakan, tindak lanjutnya seperti apa dan kendala-kendala kita sampaikan supaya kita bisa cari solusinya dan kita perbaiki yang kurang-kurangnya sehingga ke depannya bisa lebih baik lagi,” jelasnya.
Adapun kondisi di lapangan, Agustinus juga menyampaikan adanya peningkatan dan diperkirakan beberapa hari kedepan akan terus mengalami peningkatan jelang hari raya Idul Fitri nanti.
“Kendaraan pribadi ini mengalami peningkatan sejak kemarin. Jadi sejak Jumat itu memang jumlah yang datang itu kalau totalnya persisnya saya belum dapat datanya, tapi menurut perkiraan kami sih ini sudah hampir dua kali lipat dari yang biasanya. Jadi yang kalau biasanya 100 ini mungkin sudah 200 atau 300 kendaraan secara quantity,” tuturnya.
Untuk armada juga dijelaskan Agustinus, adanya penambahan dengan kondisi siap beroperasi meski ada yang masih dalam perbaikan dan perawatan.
“Jadi kebetulan kapal yang besar ini ada yang sedang mengalami docking, namun harapannya setelah tanggal 20 Maret itu nanti akan kembali lagi untuk melayani sehingga bisa mengurai lebih cepat. Kalau sekarang yang siap ada 11 kapal,” jelasnya.
“Jadi kapal itu kalau yang ada di lintasan ini 16 secara total. empat kapal docking, artinya kan 16 kurang 4 ada tinggal 12, satu kapal sedang mengalami perawatan lagi ada perawatan lah ibaratnya yang tidak bisa di apa tunda lagi. Jadi otomatis hanya ada 11 kapal yang efektif untuk melayani lintasan Tanjung Kalian – Tanjung Api-api,” bebernya.
Agustinus yakin semua armada berikut personil yang diturunkan, akan dapat maksimal bekerja agar tidak terjadi penumpukan penumpang, mengingat adanya antrean yang cukup memadati area pelabuhan hingga saat ini.
“Ya, harapannya sih tetap terurai, tetap bisa kita tarik semuanya. Antrean saat ini kendaraan pribadi yang bisa kita lihat di dalam sudah penuh, di buffer zone juga penuh, kita nanti mau ke lapangan melihat kondisi antrean sudah sampai mana?,” ujarnya.
“Nanti juga akan diterbangkan drone untuk melihat sampai mana posisinya sehingga kita bisa melakukan antisipasi terhadap muatan tersebut,” pungkasnya. (KBC)
Lonjakan Penumpang Mulai Terjadi di Pelabuhan Tanjung Kalian






