BANGKA BARAT – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara purnabakti Widadi yang telah mendedikasikan diri selama 35 tahun 7 bulan sebagai insan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Mentok, Kamis (1/10/2026).
Kepala Rutan Mentok, Andri Ferly, secara terbuka mengungkapkan rasa berat hatinya melepas sosok Widadi yang tidak hanya dianggap sebagai anak buah, melainkan juga sebagai teman, guru, dan orang tua.
Di balik berbagai pencapaian Rutan Mentok saat ini mulai dari berdirinya klinik terakreditasi, program MBG, hingga inovasi tata lingkungan kantor yang ikonik terdapat peran besar dari hasil diskusi dan strategi bersama Widadi dan tim struktural lainnya.
“Banyak orang yang bertanya, ‘Kok bisa ya Rutan Mentok ini terakreditasi ya kliniknya? Kok bisa dapat kepercayaan MBG?’ Saya hanya menjawab, ‘Entahlah, gawe kami cuman main gaple haha hihi tau-tau jadi akreditasi.’ Padahal di situ terdapat strategi merumuskan bagaimana Rutan Mentok ini yang tadinya tidak dilihat orang, sekarang dilihat orang,” kenang Andri Ferly.
Kakanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Babel, Ade Agustina, turut memberikan penghormatan atas perjalanan panjang pengabdian tersebut.
Ia menyatakan bahwa loyalitas dan keteladanan yang diberikan oleh Widadi selama puluhan tahun akan terus dikenang dan menjadi ladang pahala.
“Purnabakti bukan berarti berakhir sebuah pengabdian, melainkan babak baru dalam kehidupan setelah sekian lama mengabdi tenaga dan pikiran kepada negara,” pungkas Ade Agustina dalam penutupan pesannya. (KBC)






