PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang menghadiri pembukaan Pelatihan Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Sun Hotel Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026).
Juhaini mengatakan sensus ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian di Indonesia, termasuk di Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus ekonomi memiliki peran penting sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha.
“Hari ini saya mewakili Wali Kota Pangkalpinang menghadiri pelatihan petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali,” kata Juhaini.
Ia menjelaskan, kualitas hasil sensus sangat ditentukan oleh kemampuan petugas dalam melakukan pendataan di lapangan.
Oleh karena itu, pelatihan menjadi langkah penting untuk memastikan petugas memahami metode pendataan yang benar sehingga data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Juhaini menilai keberadaan data ekonomi yang akurat sangat dibutuhkan pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah serta berbagai kebijakan ekonomi. Karena itu, kualitas data harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus ekonomi, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah berkoordinasi dengan BPS dan berbagai pihak terkait sejak tahap persiapan.
Salah satu dukungan yang diberikan adalah pendampingan dalam proses pengisian data perusahaan yang berada di wilayah Kota Pangkalpinang.
Selain itu, pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan agar pelaksanaan pendataan dapat berjalan lancar.
“Kami sudah membantu dalam pendampingan pengisian data perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Pangkalpinang. Selain itu, sosialisasi juga telah dilakukan kepada masyarakat melalui kecamatan dan kelurahan agar masyarakat memahami pentingnya sensus ekonomi ini,” jelasnya.
Juhaini menambahkan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan lebih lanjut apabila dalam proses pendataan ditemukan berbagai kendala di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik dan sukses. Pemerintah Kota Pangkalpinang siap membantu apabila terdapat kendala selama proses pengumpulan data. Harapannya, sensus ini mampu menghasilkan data ekonomi yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Kota Pangkalpinang ke depan,” tutupnya.
Pelatihan petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 tersebut diikuti oleh 216 calon petugas lapangan yang akan bertugas mengumpulkan data usaha dan kegiatan ekonomi di berbagai sektor.
Hasil sensus nantinya akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian daerah sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan. (KBC)
Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026






