DPRDHEADLINE

Diskusi Bahas Harga Timah Hingga Isu Razia

728
×

Diskusi Bahas Harga Timah Hingga Isu Razia

Sebarkan artikel ini
Foto: kabarbangka.com

PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar diskusi bersama Direktur Utama PT Timah Tbk, Sabtu (13/9/2025).

Sejumlah persoalan dalam industri pertimahan menjadi sorotan, mulai dari harga timah, keterlambatan pembayaran, hingga dugaan monopoli kolektor.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menegaskan harga timah saat ini tidak ditentukan PT Timah, melainkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Untuk itu, pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan kementerian guna membahas penyesuaian harga.

“Supaya PT Timah bisa tetap memperoleh pasokan bahan baku, kami akan mendorong pemerintah pusat menaikkan harga timah,” ujar Didit.

Selain harga, DPRD juga menyoroti keterlambatan pembayaran kepada mitra PT Timah yang mencapai tiga hingga empat bulan.

Meski pihak keuangan PT Timah menyebut hal itu disebabkan mekanisme administrasi, DPRD meminta agar proses pembayaran dapat dipercepat.

Isu razia tambang yang beredar di masyarakat turut dibahas. Didit menegaskan kabar tersebut tidak benar.

“Satgas pemerintah pusat hanya bersifat pemantau, bukan melakukan razia. Jadi itu hoaks,” katanya.

Terkait aktivitas kolektor timah, ia menjelaskan bahwa transaksi tetap diperbolehkan sepanjang berada dalam wilayah izin usaha PT Timah.

DPRD juga mendorong perusahaan memanfaatkan cadangan timah, termasuk di alur Jeritik, guna meningkatkan produksi.

“Kami berharap PT Timah memetakan wilayah IUP yang berpotensi bersinggungan dengan nelayan. Babel bukan hanya hidup dari timah, tetapi juga pariwisata dan perikanan. Keseimbangan harus dijaga,” ujarnya.

DPRD juga menyinggung dugaan monopoli kolektor timah serta meminta PT Timah meningkatkan program tanggung jawab sosial (CSR).

“Keberadaan PT Timah harus tetap menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami akan terus mengawal agar tidak terjadi konflik horizontal,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan produksi.

“Mudah-mudahan ini bisa mempercepat upaya kami menaikkan produksi. Dengan begitu, sumbangsih PT Timah ke masyarakat Bangka Belitung dapat semakin baik,” ujarnya. (kabarbangka.com)