HEADLINEPEMKOT

Optimalisasi PAD Tanpa Harus Membebani Masyarakat

207
×

Optimalisasi PAD Tanpa Harus Membebani Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Saparudin

PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menegaskan bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi prioritas tanpa harus membebani masyarakat dengan kenaikan tarif.

Menurutnya, saat ini masih banyak potensi PAD yang belum tergarap maksimal, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ia mengungkapkan, baru sekitar 50 persen masyarakat yang memiliki rumah dan tanah tercatat serta membayar PBB.

“Ini persoalan keadilan. Tidak adil kalau rumah si A ditarik PBB-nya, sementara rumah si B tidak,” ujar Saparudin saat rapat koordinasi camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang, Senin (6/4/2026) di Balai Besar Betason.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak. Namun, akan mengoptimalkan pemerataan penarikan agar seluruh wajib pajak mendapatkan perlakuan yang sama.

Selain PBB, iuran sampah juga menjadi sorotan. Ia menyebut masih banyak rumah tangga yang belum masuk dalam sistem penarikan iuran.

“Kita tidak menaikkan iuran, tapi mengoptimalkan pemerataannya. Ini juga soal keadilan dan pelayanan,” katanya.

Upaya ini, lanjut dia, menjadi bagian dari strategi meningkatkan PAD secara berkeadilan tanpa menambah beban masyarakat.

Tak hanya itu, Pemkot Pangkalpinang juga akan mengkaji optimalisasi dari sektor pajak kendaraan bermotor guna memperkuat penerimaan daerah.

Saparudin menekankan pentingnya peran aparat kecamatan dan kelurahan dalam melakukan pendataan agar potensi PAD bisa tergali secara maksimal.

“Ini tugas kita bersama. Dengan data yang baik, penarikan akan lebih maksimal,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia mengaku masih menerima laporan adanya wilayah yang minim kegiatan gotong royong, bahkan kondisi lingkungan yang masih dipenuhi sampah.

“Kita terus monitor. Jangan hanya mengajak, tapi tidak ikut gotong royong,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga budaya masyarakat.

“Kalau budaya hidup bersih tidak ada, percuma. Buang satu sampah saja, tidak sampai satu jam sudah penuh lagi,” katanya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan mengintensifkan kegiatan kebersihan hingga ke pasar-pasar serta mendorong gotong royong rutin di lingkungan masyarakat.

Ia optimistis, jika dilakukan secara bertahap dan konsisten, optimalisasi PAD serta budaya hidup bersih dapat berjalan beriringan.

“Kalau kita lakukan pelan-pelan tapi terus, saya yakin Pangkalpinang akan menjadi kota yang bersih dan berkeadilan,” tutupnya. (KBC)

Tinggalkan Balasan