BANGKA BARAT – Momentum purnabakti biasanya menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang aparatur sipil negara.
Namun, hal berbeda dialami oleh Widadi. Setelah mengabdi selama puluhan tahun di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Mentok, ia resmi memasuki masa purnabakti sekaligus langsung dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Direktur Klinik Pratama Armelia Rutan Mentok.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Bangka Belitung, Ade Agustina, dalam sambutannya saat acara pelantikan dan purnabakti di Aula Rutan Mentok, Kamis (1/10/2026), menyebut perjalanan Widadi sebagai sebuah anugerah yang luar biasa.
“Kalau di kementerian kita, habis jadi direktur, pensiun. Pak Widadi terbalik, pensiun dulu baru jadi direktur. Jadi ini suatu anugerah yang luar biasa buat Pak Widadi, karena Pak Widadi sangat dibutuhkan,” ujar Ade Agustina.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Rutan Mentok, Andri Ferly. Ia mengungkapkan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam atas dedikasi Widadi yang turut menjadi salah satu tokoh penting di balik berdirinya, terakreditasinya, hingga diperolehnya kapitasi BPJS untuk Klinik Pratama Armelia.
Sementara itu, Widadi menyampaikan rasa syukur atas nikmat sehat dan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan di akhir masa baktinya.
“Alhamdulillah, saya akhirnya selesai juga menjadi ASN pada hari ini, yang mana saya mulai menjadi ASN tahun 1990, Saya ditunjuk lagi Bapak Karutan menjadi pengurus klinik. Terima kasih, semoga saya dapat menjalankan amanah ini dan klinik pemasyarakatan semakin maju,” ungkap Widadi yang berencana langsung ngantor keesokan harinya. (KBC)






