oleh

Polairud Respon Pengaduan Masyarakat

BANGKA — Personil gabungan Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Satuan Polairud Polres Bangka, mendatangi lokasi penambangan timah yang diduga ilegal di belakang Novilla Hotel & Boutique, antara Lingkungan Jalan Laut dan Nelayan 1, Kecamatan Sungailiat, Jum’at (23/9).

Dipimpin oleh Kanit Patroli Satuan Polairud Polres Bangka, bersama personil Kapal Patroli Ditpolairud Pangkalan Sandar Sungailiat, personil gabungan melakukan deteksi dini dan memberikan imbauan terhadap aktifitas tambang inkonvensional yang beroperasi lokasi tersebut.

Direktur Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, melalui Kasubdit Patroli AKBP Andreas Purwanto mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan lantaran adanya laporan pengaduan dari masyarakat sekitar dan pihak SD Negeri 18 Jalan Laut.

Masyarakat mengeluhkan aktivitas penambangan di sekitar lokasi yang sering terjadi kebanjiran. Selain itu, suara mesin tambang juga sangat berisik, sehingga menganggu proses belajar mengajar di sekolah itu.

“Tim gabungan memberi peringatan dan imbauan kepada para penambang, agar menghentikan aktifitas pertambangan di lokasi itu. Apabila tidak diindahkan, akan dilakukan penindakan secara hukum,” Andreas mengungkapkan.

Masih kata Andreas, penambang diminta untuk membongkar peralatannya menambang, dan mengumpulkan peralatannya menjadi satu tempat di atas ponton.

“Ini merupakan respon dari laporan pengaduan masyarakat sekitar dan pihak SD Negeri 18 Jalan Laut yang terganggu oleh aktivitas tambang di situ,” demikian Andreas. (Romlan)